Kapal Tenggelam di Malaysia, 16 WNI Meninggal dan 23 Selamat

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yvonne Mewengkang di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (16/4/2026). (Foto: Kompas.com/Haryanti Puspa Sari)
Jakarta, MISTAR.ID
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengungkapkan sebanyak 16 warga negara Indonesia (WNI) meninggal dunia dalam insiden kapal tenggelam di Perairan Barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia. Sementara 23 WNI lainnya berhasil selamat.
Juru Bicara Kemenlu RI, Yvonne Mewengkang mengatakan, total korban WNI yang ditemukan otoritas Malaysia mencapai 39 orang.
“Dari keseluruhan operasi pencarian, otoritas Malaysia berhasil menemukan total 39 WNI, yang terdiri dari 23 korban selamat dan 16 korban meninggal dunia,” ujar Yvonne saat dihubungi, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, para korban selamat berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, yakni Aceh, Banten, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Utara.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur disebut terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia terkait proses identifikasi jenazah, pendampingan korban selamat, hingga fasilitasi kekonsuleran bagi keluarga korban.
Kemenlu RI juga menyampaikan apresiasi kepada tim SAR dan Polis Maritim Malaysia atas upaya pencarian dan penanganan korban dalam tragedi tersebut.
Yvonne menuturkan, otoritas SAR Malaysia resmi menghentikan operasi pencarian pada 16 Mei 2026 pukul 19.00 waktu setempat setelah pencarian hari keenam tidak menemukan korban tambahan.
Operasi pencarian sebelumnya diperluas hingga area 244,76 nautical mile persegi dengan melibatkan unsur laut, udara, dan darat.
Sebelumnya, informasi awal dari pihak Malaysia menyebut kapal tersebut membawa 37 penumpang dengan 14 orang dinyatakan hilang. Namun dalam proses pencarian, ditemukan tambahan korban sehingga total korban yang ditemukan mencapai 39 orang.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI, Heni Hamidah sebelumnya sempat menyampaikan tujuh WNI ditemukan meninggal dunia pada Rabu (13/5/2026). Saat itu, tujuh korban lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian. (hm25)













