Monday, July 20, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Tragedi di Jalur Alternatif Parapat: Keluarga Korban Kecelakaan Maut Minta Tanggung Jawab

Mistar.idSelasa, 24 Maret 2026 pukul 19.14 WIB
tragedi_di_jalur_alternatif_parapat_keluarga_korban_kecelakaan_maut_minta_tanggung_jawab

Kecelakaan di Jalan Alternatif Simpang Palang–Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut di Jalan Alternatif Simpang Palang–Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Selasa (24/3/2026). Pihak keluarga berharap ada tanggung jawab dari pihak yang menyebabkan insiden tragis tersebut.

Aminullah (45), ayah dari salah satu korban, Jihan Meilani Nasution (17), mengaku mendapat kabar kecelakaan saat berada dalam perjalanan, tepatnya di wilayah Perbaungan, Tebing Tinggi, sekitar pukul 14.00 WIB.

"Saya dapat informasi jam dua siang, waktu itu masih di Perbaungan. Katanya mertua saya dibawa ke Puskesmas Tiga Dolok, jadi kami langsung ke sana," ujarnya saat ditemui Mistar di ruang jenazah RSUD Djasamen Saragih, Pematangsiantar, Selasa sore.

Setibanya di lokasi, Aminullah tidak bisa langsung melihat kondisi anaknya. Ia menyebut Jihan berada dalam kondisi terjepit di dalam kendaraan saat kecelakaan terjadi, sehingga keluarga tidak diizinkan mendekat.

"Posisi anak saya terjepit di mobil, jadi kami tidak diperbolehkan melihat jasadnya. Kami akhirnya ke puskesmas untuk melihat korban yang selamat," katanya dengan suara bergetar.

Dalam keterangannya, Aminullah juga menegaskan harapan keluarga agar pihak yang dianggap bertanggung jawab dapat mempertanggungjawabkan peristiwa tersebut secara semestinya. Hingga saat ini, kata dia, keluarga belum menerima keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap kecelakaan.

"Harapan kami, pihak yang merugikan bertanggung jawab. Kami juga belum mendapat informasi resmi dari kepolisian," ujarnya.

Ia menambahkan, jenazah para korban rencananya akan langsung dibawa ke rumah duka di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, untuk dimakamkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keluarga, kecelakaan terjadi saat truk pengangkut baja ringan tidak sanggup menanjak di jalur alternatif tersebut. Kendaraan kemudian mundur dan menabrak minibus yang ditumpangi keluarga mereka.

Dalam peristiwa itu, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Sunarno (sopir), Jihan Meilani Nasution (17), dan Yeni Putri (17). Sementara tiga korban lainnya selamat, yakni Sukarno, Watini, dan Fahmi Nasution, yang kini masih dalam perawatan.

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di jalur alternatif Parapat yang dikenal memiliki medan ekstrem, terutama saat arus lalu lintas meningkat pada musim liburan. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN