Tawuran di Medan Belawan Tewaskan 6 Orang Selama 2025, Balita Jadi Korban Peluru Nyasar

Tawuran yang tak kunjung selesai di Belawan (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kasus tawuran di Kecamatan Medan Belawan termasuk tertinggi di Kota Medan. Hal ini terlihat dari data sementara yang diperoleh MISTAR dari berbagai sumber yang menyebutkan sedikitnya ada 6 korban tewas akibat tawuran di Kecamatan Medan Belawan selama tahun 2025, puluhan korban luka parah dan ringan, serta sejumlah rumah rusak, dibakar, dan benda-benda dijarah dengan kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Dari data yang diperoleh MISTAR dari berbagai sumber, Rabu (7/1/2026), disebutkan ada enam korban meninggal dunia akibat tawuran, masing-masing Dimas Prasetyo (14), warga Kelurahan Belawan I, tewas terkena panah beracun di kawasan Gudang Arang, Kelurahan Belawan I, pada 20 April 2025.
Alfarizi (20), warga Jalan Belanak, Kelurahan Belawan Bahagia, tewas pada 27 Juni 2025 setelah terkena panah beracun yang tertancap di dada sebelah kiri. Hendra Syahputra (39) tewas pada 3 Juli 2025 setelah menjadi korban salah sasaran saat tawuran di Lorong Papan, Kelurahan Belawan I.
Erfan Syahputra Wello (16), warga Lorong Papan, tewas pada 7 Juli 2025 saat tawuran di Jalan Slebes, Kelurahan Belawan II. Fahmi Akbar (20), warga Jalan Khaidir, Lingkungan VIII, Kelurahan Nelayan Indah, tewas saat tawuran pada 22 September 2025 di kawasan Medan Labuhan. Sementara NN tewas pada 19 Juli 2025 saat tawuran di Jalan T.M. Pahlawan, Kelurahan Belawan I.
Selain itu, kejadian terakhir seorang balita berusia 5 tahun menjadi korban peluru nyasar saat tawuran terjadi pada Senin (5/1/2025), ketika bersama ibunya sedang menumpang becak motor menuju pulang ke rumah.
Kapolsek Belawan AKP Ponijo, ketika dikonfirmasi MISTAR, Rabu (7/1/2026), terkait kasus balita terkena peluru nyasar menyebutkan keluarga korban telah membuat laporan pengaduan ke Polres Pelabuhan Belawan.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo membenarkan kejadian balita korban peluru nyasar tersebut dan menyatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas kasus itu.






















