Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Orang Tua Ungkap Kronologi Anak Empat Tahun Terkena Peluru Nyasar Saat Tawuran di Belawan

Mistar.idSelasa, 6 Januari 2026 pukul 19.26 WIB
orang_tua_ungkap_kronologi_anak_empat_tahun_terkena_peluru_nyasar_saat_tawuran_di_belawan

Romanda Siregar, orang tua anak 5 tahun yang terkena peluru nyasar ditemui di Rumah Sakit Pirngadi. (foto: putra/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Orang tua anak perempuan berusia 4 tahun yang menjadi korban peluru nyasar saat tawuran di Jalan Medan–Belawan mengungkapkan kronologi kejadian yang dialami anaknya. Menurut dia, insiden itu terjadi di depan Kantor Pos Belawan, sebelum Rumah Sakit PHC, Senin (5/1/2026) malam.

Ibu korban, Romanda Siregar, mengatakan saat kejadian ia bersama anaknya, AA, sedang menaiki becak bermotor (betor). Betor yang mereka tumpangi terjebak kemacetan akibat tawuran antarkampung yang terjadi di lokasi tersebut.

“Kami lagi di betor, tiba-tiba macet karena ada tawuran antarkampung. Saya juga tidak tahu kampung mana,” ujar Romanda, Selasa (6/1/2026) di Rumah Sakit Pirngadi Medan.

Ia mengaku tidak menyadari secara pasti apa yang terjadi hingga anaknya tiba-tiba menjerit kesakitan. Saat itu, ia melihat darah keluar dari bagian pelipis mata kanan anaknya. “Tiba-tiba anak saya menjerit dan sudah berdarah di pelipisnya,” katanya.

Korban sempat dibawa ke Klinik Era untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, pihak klinik tidak berani melakukan tindakan lebih lanjut karena posisi luka yang berada dekat dengan mata.

“Klinik tidak berani pegang karena dekat mata,” ucapnya.

Selanjutnya, AA hendak dirujuk ke Rumah Sakit PHC. Namun rumah sakit tersebut sempat ditutup sementara, akibat situasi tawuran yang masih berlangsung di sekitar lokasi.

Romanda mengungkapkan hingga saat ini kondisi anaknya masih memprihatinkan. Peluru yang bersarang di dekat mata belum dikeluarkan dan menyebabkan penderitaan berkelanjutan. “Kalau dia menangis, air matanya keluar darah,” katanya sambil menangis.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera membantu penanganan medis agar peluru tersebut dapat dikeluarkan dan anaknya memperoleh perawatan maksimal. “Saya berharap pemerintah membantu bagaimana peluru di dekat mata anak saya ini bisa dikeluarkan. Sampai kapan dia harus seperti ini,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang anak perempuan berusia 4 tahun menjadi korban peluru nyasar saat terjadi tawuran antarkelompok di Jalan Medan–Belawan, Kota Medan, Senin (5/1/2026) malam.

Korban mengalami luka di bagian pelipis mata kanan akibat terkena peluru senapan angin. Saat kejadian, korban diketahui sedang bersama orang tuanya menaiki betor dan melintas di lokasi tawuran.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN