Monday, September 28, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Siswa SD Jadi Korban Bullying, Keluarga Meminta Keadilan

Mistar.idSenin, 28 September 2026 pukul 17.36 WIB
siswa_sd_jadi_korban_bullying_keluarga_meminta_keadilan_

Wakapolsek Medan Kota AKP Harles Gultom saat memberikan keterangan pers (Foto: Matius/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (28/9/2026) - Seorang siswa Sekolah Dasar (SD), sebut saja namanya Bunga 12 tahun menjadi korban bullying yang dilakukan kakak kelasnya dan juga teman sebayanya. Dari keterangan polisi, tidak hanya dibullying korban juga dianiaya, dijambak, ditendang sambil direkam oleh para pelaku.

Wanita berinisial R (38), sebagai ibu korban meminta keadilan dari petugas kepolisian yang mengani kasus yang menimpa anaknya. Kepada pihak Polsek Medan Kota dalam hal ini Unit PPA dan PPO Satreskrim Polrestabes Medan yang menyelidiki kasusnya agar segera memproses laporan mereka sesuai prosedur hukum berlaku.

“Si korban ini anak adik saya yang laki-laki. Dan kebetulan dari kecil dia sudah tinggal sama saya. Kebetulan orang tuanya sudah pisah, dan ayahnya pergi merantau. Saya minta keadilan ke bapak karena anak saya dikeroyok,” ujar Ibu R Senin (28/9/2026) di Polsek Medan Kota.

Ibu korban menjelaskan, dugaan penganiayaan tersebut diketahuinya dari teman-temannya atau tetangga rumah. Ada video viral yang menunjukkan anaknya Bunga (12), dianiaya. Dipukul, dijambak dan ditendang sejumlah anak-anak sebaya anaknya.

“Awalnya kami tidak tahu kejadiannya. Namun tiba-tiba kami dapat informasi dari teman-teman (Tetangga-red) terkait kejadian itu,” ujar Ibu R.

Setelah Ibu R melihat video penganiayaan tersebut ia terkejut melihat kondisi korban. Setelah ia tanyakan ke korban dan ia membenarkan terkait kejadian tersebut. Lantaran tak tahu mengadu ke siapa, sang ibu menyebarkan video tersebut hingga viral di media sosial.

Beberapa lama setelah kejadian tersebut lanjut Ibu R, anaknya itu kerap mengeluhkan sakit di bagian badan dan bahkan tidak mau datang ke sekolah. Setelah dipertanyakan, Bunga mengaku takut datang ke sekolah karena diancam oleh para pelaku.

“Kemudian dia ngadu ke saya badannya sakit. Saya lihat anak ini gak mau sekolah. Jadi saya datang ke sekolah beritahu kalau dikeroyok sehingga gak masuk,” ujarnya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) yang ada di kota Medan menjadi korban perundungan sekaligus penganiayaan oleh teman-teman sebayanya. Mirisnya lagi, salah satu orang tua dari terduga pelaku mengancam akan menabrak korban menggunakan becak motor.

Wakapolsek Medan Kota AKP Harles Gultom membenarkan hal itu, ia menyebut pelaku penganiaya dan juga perundungan dalam kasus ini merupakan anak dibawah umur dan juga tetangga dari korban.

“Korban anak dibawah umur, para pelaku juga anak dibawah umur. Mereka ini bertetangga lah,” ujar AKP Harles Gultom, Senin (28/9/2026).

Ditanya terkait pengancaman yang juga ditujukan kepada korban. Harles Gultom membenarkan hal itu, kata dia. Berdasarkan keterangan korban dan saksi, salah satu orang tua dari terduga pelaku melakukan dugaan pengancaman sehingga korban beberapa hari tidak bisa datang ke sekolah.

“Ia benar, pelaku juga diancam oleh salah seorang orang tua daripada pelaku. korban diancam dengan mengatakan, apabila si korban sekolah, besok akan ditabrak oleh orang tua si pelaku menggunakan becaknya sendiri,” ujar AKP Harles Gultom, Senin (28/9/2026).

Akibat ancaman tersebut lanjut Harles Gultom, korban sempat merasa trauma dan ketakutan hingga beberapa hari tidak datang ke hingga kasus ini ditangani oleh pihak kepolisian.

Setelah kasus ini mencuat ke publik (Viral) lanjut Harles Gultom, Polsek Medan Kota yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu PM Tambunan langsung terjun ke TKP dan menjumpai si korban. Melihat kondisi korban yang cukup memprihatinkan, pihaknya kepolisian mengarahkan korban untuk membuat laporan pengaduan. (hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN