Sembilan Tuntutan Mahasiswa USU, Ketua DPRD Sumut Janji Kawal Aspirasi

Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti Sitorus menandatangani 9 tuntutan yang harus diteruskan kepada DPR RI. (foto: ari/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa USU Bergerak berujung pada pertemuan langsung dengan Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti Sitorus dengam ratusan peserta aksi, yang di gelar di Jalan Imam Bonjol Medan, depan Gedung DPRD Sumut, Senin (15/6/2026).
Dalam kesempatan itu, mahasiswa menyampaikan sembilan tuntutan yang dinilai mewakili keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional.
Kedatangan Erni sempat ditunggu-tunggu massa aksi. Sebelumnya, mahasiswa mengaku kecewa setelah mendapat informasi bahwa Ketua DPRD Sumut tidak dapat hadir karena sedang sakit. Situasi tersebut memicu kekecewaan di tengah massa yang menilai aspirasi mereka tidak mendapat perhatian serius.
Namun, Erni akhirnya hadir menemui peserta aksi dan menjelaskan kondisi yang sebenarnya. Politisi Partai Golkar itu mengaku baru saja menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit di Kota Medan sebelum datang ke lokasi demonstrasi.
“Apa yang disampaikan rekan saya itu benar. Sebelum sampai di sini saya baru dari rumah sakit untuk melakukan pengobatan. Saya juga sudah mengonfirmasi kepada salah satu rekan kalian bahwa saya akan datang menemui adik-adik setelah bertemu dokter,” ujar Erni di hadapan massa.
Dalam aksi tersebut, Ketua BEM USU, Angga Al Maaris, menyampaikan sembilan tuntutan yang menjadi sikap resmi Aliansi Mahasiswa USU Bergerak. Tuntutan itu meliputi stabilitas harga dan distribusi BBM subsidi, transparansi penggunaan APBN dan APBD, penolakan dwifungsi Polri, hingga penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami mendesak pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat, meminta pertanggungjawaban terkait penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mengevaluasi pelayanan publik sektor kelistrikan dan air bersih, serta menagih realisasi janji pembukaan 19 juta lapangan pekerjaan,” kata Angga.

Suasana dialog lesehan antara Ketua dan beberapa anggota DPRD Sumut bersama ratusan massa aksi di depan Gedung DPRD Sumut, Senin (15/6/2026). (foto: ari/mistar)
Meski telah mendengarkan seluruh tuntutan, jawaban yang disampaikan DPRD Sumut sempat dianggap terlalu normatif oleh massa aksi. Salah seorang peserta demonstrasi bahkan meminta kepastian konkret, bukan sekadar janji.
“Terlalu normatif jawabannya, Kak. Kami butuh kepastian dan bukan janji palsu. Kami menagih janji suara kami yang saat ini berada dalam amanah kalian,” teriak salah seorang massa aksi.
Menanggapi desakan tersebut, Erni menegaskan DPRD Sumut tidak hanya menerima aspirasi mahasiswa secara simbolis. Ia memastikan seluruh tuntutan yang disampaikan telah langsung diteruskan kepada DPR RI untuk ditindaklanjuti.
“Maka dengan ini kami selaku Pimpinan DPRD Sumatera Utara menerima aspirasi dari Mahasiswa USU dan memastikan akan meneruskan serta menyampaikan kepada DPR RI untuk dibahas dan ditindaklanjuti dari tuntutan yang telah disampaikan,” ucap Erni.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa USU Kepung DPRD Sumut, Desak Dewan Keluar dan Sampaikan 6 Tuntutan Krusial
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan dan sorakan dari peserta aksi. Ketua BEM USU menegaskan akan terus mengawal perkembangan tuntutan yang telah disampaikan agar tidak berhenti sebatas penerimaan aspirasi semata.
“Dalam waktu yang lebih dekat, apabila memang tuntutan kami tidak ditindaklanjuti dan kondisi bangsa tetap sama ataupun lebih parah, berarti secara tidak langsung tuntutan kami tidak diterima. Kami dari Aliansi mahasiswa USU akan memperjuangkan kembali segala tuntutan kami,” katanya.
Usai pertemuan ini, massa aksi bersama pihak kepolisian mengutip sisa dan serpihan sampah dari aksi unjuk rasa yang kemudian disusul dengan membubarkan diri masing-masing.
PREVIOUS ARTICLE
Alat Peraga Keranda Jenazah Warnai Aksi Unjuk Rasa di DPRD Sumut























