Alat Peraga Keranda Jenazah Warnai Aksi Unjuk Rasa di DPRD Sumut

Alat peraga keranda jenazah di letak tepat di depan ratusan massa aksi sebagai bentuk luapan emosional, Senin (15/6/2026). (foto: ari/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Aksi unjuk rasa yang digelar ratusan massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) bersama elemen masyarakat di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (15/6/2026), diwarnai kemunculan sebuah alat peraga berbentuk keranda jenazah.
Keranda yang dibopong empat pemuda itu menyita perhatian peserta aksi maupun pengguna jalan yang melintas. Berlapis kain bertuliskan “RIP Rupiah (Rp)”, alat peraga tersebut menjadi simbol kritik terhadap kondisi ekonomi dan maraknya praktik korupsi yang dinilai merugikan masyarakat.
Di tengah orasi yang bergema dari atas mobil komando, keranda itu diarak memasuki barisan massa. Kehadirannya memancing rasa penasaran para peserta aksi yang kemudian mengabadikan momen tersebut dengan telepon genggam mereka.
Salah seorang pembawa keranda menjelaskan alat peraga itu merupakan bentuk ekspresi kekecewaan terhadap kondisi pemerintahan saat ini yang dianggap semakin jauh dari kepentingan rakyat.
“Keranda ini kami bawa sebagai bentuk rasa kekecewaan kami kepada pemerintah. Di dalam keranda ini adalah mayat para koruptor,” ujar pemuda berambut gondrong yang mengenakan topi hitam saat ditemui di lokasi aksi.
Menurutnya, simbol keranda sengaja dihadirkan untuk menggambarkan matinya keadilan dan tergerusnya nilai mata uang akibat berbagai persoalan yang membebani masyarakat.
Kehadiran alat peraga tersebut pun menjadi salah satu pusat perhatian sepanjang berlangsungnya aksi. Selain menyampaikan tuntutan melalui orasi, massa juga memanfaatkan berbagai atribut dan simbol sebagai bentuk penyampaian pesan kepada pemerintah dan para wakil rakyat di DPRD Sumut.
Aksi yang berlangsung di depan gedung legislatif itu mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dan berjalan dalam suasana tertib. Sementara itu, massa menegaskan akan terus menyuarakan aspirasi mereka terkait berbagai persoalan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan pemberantasan korupsi.
























