Pungli di Siantar Merajalela, Sopir Truk Diwajibkan Membeli Stiker Rp150-200 Ribu

Stiker bertuliskan Gabungan Anak Siantar (GAS) modus pelaku meminta uang ke sopir. (foto: istimewa/mistar)
Sergai, MISTAR.ID
Sopir truk yang melintas malam hari di Pematangsiantar mengaku resah dengan aksi sejumlah pria yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) dengan modus menjual stiker.
Mengendarai sepeda motor, para pelaku disebut mengejar truk yang melintas dan menawarkan stiker kecil bertuliskan “GAS” (Gabungan Anak Siantar). Stiker tersebut dipatok dengan harga Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per lembar dan disebut-sebut bersifat wajib.
Aksi itu dilaporkan terjadi setiap malam mulai sekitar pukul 22.00 WIB hingga pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB. Lokasi yang kerap menjadi sasaran antara lain kawasan Simpang Rame, Makam Pahlawan, Parluasan, hingga Simpang Dua.
Salah seorang sopir truk berinisial P, warga Sergai, mengaku mengalami langsung kejadian tersebut.
“Kami disuruh pasang stiker GAS. Kalau tidak, keamanan kami lewat Siantar katanya tidak dijamin. Harganya Rp150 sampai Rp200 ribu. Kami sangat resah. Ini sudah seperti pungli. Kami minta polisi bertindak tegas,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Ia menuturkan pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WIB, dirinya sempat dipepet dua orang pria bersepeda motor di kawasan Simpang Dua. “Biasanya satu orang, tadi dua orang yang mengejar. Mereka memaksa minta uang, tapi tidak saya beri. Sempat saya rekam videonya, tapi wajahnya kurang jelas,” katanya.
Menurutnya, para pelaku berkeliling pada malam hari untuk memantau truk yang belum memasang stiker di kaca depan. Jika terlihat belum terpasang, truk tersebut akan dikejar dan diminta membeli stiker.
“Kalau belum ada stikernya, langsung dikejar. Tolonglah pak polisi tindak tegas, karena ini sangat meresahkan,” ucapnya.
Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Sandi Riz Akbar, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi hingga berita ini diterbitkan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Pematangsiantar, Iptu Agustina Triyadewi, menyatakan informasi tersebut akan diteruskan ke satuan yang menangani. “Terima kasih informasinya, akan kami sampaikan ke satker terkait,” tuturnya.






















