Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Polda Sulsel Gandeng Bareskrim Ungkap Jaringan Adopsi Ilegal Terkait Kasus Bilqis

Mistar.idRabu, 12 November 2025 pukul 17.06 WIB
polda_sulsel_gandeng_bareskrim_ungkap_jaringan_adopsi_ilegal_terkait_kasus_bilqis_

Balita perempuan bernama Bilqis yang sempat hilang di Taman Pakui Sayang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di Jambi. (foto: CNN/Mistar)

news_banner

Makassar, MISTAR.ID

Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) terus mengembangkan penyelidikan kasus dugaan adopsi ilegal anak yang mencuat setelah hilangnya Bilqis Ramadhani, 4,5 tahun, yang kemudian ditemukan di Jambi.

Untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas dan korban lainnya, Polda Sulsel bekerja sama dengan Bareskrim Polri.

“Penyelidikan masih berlanjut. Berdasarkan keterangan awal, praktik serupa diduga bukan baru terjadi sekali. Saat ini tim tengah menelusuri lebih jauh, termasuk memeriksa jejak digital percakapan para pelaku,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, Rabu (12/11/2025).

Menurut Didik, para pelaku memanfaatkan media sosial sebagai sarana transaksi adopsi ilegal. Akun-akun yang digunakan kini sedang dianalisis oleh tim siber untuk melacak kemungkinan jaringan lain yang terlibat.

“Polda bersama Cyber Bareskrim menelusuri akun-akun yang digunakan sebagai sarana penjualan. Jika ada perkembangan, termasuk lokasi anak-anak yang menjadi korban adopsi ilegal, akan kami sampaikan,” katanya.

Dari hasil penyidikan, diketahui tiga anak dari tersangka SY, 30 tahun, masih dalam pencarian. Dua anak lainnya telah diamankan di rumah aman dan mendapat pendampingan dari Unit PPA Makassar bersama instansi terkait.

“Dua anak sudah kami tempatkan di rumah aman, sementara tiga lainnya masih ditelusuri. Pendampingan terhadap anak korban juga terus dilakukan,” ucap Didik.

Polda Sulsel juga menelusuri kemungkinan penggunaan data palsu oleh pelaku saat membawa Bilqis dari Makassar ke Jambi melalui bandara.

“Nantinya kami akan cek apakah mereka menggunakan identitas palsu. Anak-anak biasanya belum memiliki dokumen resmi, tetapi hal ini tetap akan kami selidiki bersama pihak bandara,” tuturnya.

Sebagai langkah pencegahan, Polda Sulsel meningkatkan sosialisasi ke sekolah-sekolah melalui Bhabinkamtibmas agar pengawasan terhadap anak lebih diperketat.

“Kami imbau para orang tua agar tidak lengah dalam mengawasi anak, terutama yang masih balita. Sekolah juga kami minta memastikan anak-anak hanya dijemput oleh orang yang dikenal,” kata Didik. (hm24)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN