Misteri Ledakan Grand Polonia Medan, Dugaan Kebocoran Pipa Berkarat Mulai Terungkap

Penampakan pipa bocor yang ditemukan di bawah tangga rumah yang meledak di Kompleks Grand Polonia, Medan. (Foto: Dok. Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Penyelidikan kasus ledakan hebat di Kompleks Perumahan Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, yang menewaskan tiga warga pada 20 Juli 2026 lalu, hingga kini masih menyisakan misteri. Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan belum mengumumkan hasil resmi penyelidikan.
Kepolisian sebelumnya menyebut proses penyelidikan membutuhkan waktu karena pencarian titik kebocoran harus dilakukan secara hati-hati. Pasalnya, pipa yang diduga mengalami kebocoran berada di dalam struktur bangunan rumah.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun Mistar dari seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut diduga telah menemukan sejumlah indikasi penyebab ledakan.
Temuan pertama, tim menemukan kebocoran pada pipa saluran gas berukuran 3/4 inci berupa lubang berbentuk bulat dengan diameter 2,5 milimeter, serta retakan memanjang selebar 1 milimeter dan sepanjang 120 milimeter pada ruas pipa yang berada di bawah tangga beton cor.
Temuan kedua, ditemukan kebocoran yang merata pada seluruh ruas pipa sepanjang 31 sentimeter yang berada di bawah kamar tidur di lantai satu rumah.
Ketiga, hasil pengujian terhadap ruas pipa setelah meteran hingga sebelum kamar tidur lantai satu menggunakan tekanan 5 bar juga menunjukkan adanya kebocoran ringan.
"Informasi yang kami peroleh, kebocoran tersebut diduga terjadi akibat korosi atau perkaratan pada pipa," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya kepada Mistar, Selasa (4/8/2026).
Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan sejumlah langkah yang telah dilakukan aparat pascaledakan yang terjadi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga warga meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.
Menurut Calvijn, langkah pertama yang dilakukan penyidik adalah memastikan keberadaan gas metana di lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal, ledakan diduga dipicu kebocoran gas dari jaringan PT Perusahaan Gas Negara (PGN), bukan karena faktor lain.
Selanjutnya, tim gabungan yang terdiri dari Polda Sumut, Polrestabes Medan, TNI, serta tim Search and Rescue (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan proses evakuasi seluruh korban hingga selesai. Pihak kepolisian juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Selain itu, penyidik Polrestabes Medan bersama Tim Labfor Polda Sumut dan pihak PT PGN masih terus melakukan investigasi untuk memastikan penyebab utama ledakan.
Dari hasil sementara, tim menyimpulkan adanya kandungan gas metana di dalam rumah yang meledak akibat kebocoran. Namun, penyidik masih mendalami lokasi pasti atau titik awal kebocoran yang menjadi pemicu ledakan tersebut.
Penyelidikan hingga kini masih berlangsung dan polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai penyebab pasti insiden tersebut.
PREVIOUS ARTICLE
Polres Pematangsiantar Limpahkan 4.800 Bungkus Rokok Ilegal dan Dua Terduga Pelaku ke Bea Cukai























