510 Warga Desa Sialang Selamatkan Diri Sebelum Banjir Bandang Terjang Permukiman

Kerusakan yang diakibatkan banjir bandang di Desa Sialang, Kecamatan Sayur Matinggi. (foto:dokkadessialang/mistar)
Tapsel, MISTAR.ID
Sekitar 510 jiwa warga Desa Sialang, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), kompak mengungsi ke tempat yang lebih aman sebelum permukiman mereka diterjang banjir bandang, Rabu (26/11/2025) malam lalu.
“Hujan deras mengguyur tiada henti sejak hari Senin (24/11/2025). Setelah mengetahui ada banjir di berbagai wilayah pada Selasa (25/11/2025), kami berupaya mencari tahu keadaan aliran air (Aek Landuring) yang bersinggungan dengan permukiman hingga ke hulu. Hasilnya, kami melihat ada beberapa longsoran, sedikitnya ada lima, yang berpotensi membentuk genangan dan sewaktu-waktu melepas banyak air,” terang Kepala Desa (Kades) Sialang, Jafar Suparto Silitonga, kepada wartawan, Jumat (28/11/2025) lewat telepon selulernya.
Melihat kondisi itu, ia langsung mengumumkan kepada seluruh warga agar mengungsi dan memindahkan kendaraan ke tempat yang lebih aman, karena permukiman mereka berpotensi dilanda banjir bandang.
“Sejak sore warga sudah berangsur mengungsi ke tempat aman. Ada di Istana Hasadaon, ada juga di gedung yang dianggap kokoh dan aman,” ungkapnya.
Ternyata, apa yang diprediksi warga menjadi kenyataan. Sekitar pukul 22.00 WIB, warga yang masih terjaga telah mendengar suara gemuruh dari hulu, lalu menghantam permukiman mereka.
“Tidak saja air, banjir juga membawa lumpur, batu, dan kayu. Tidak ada korban jiwa, 10 rumah rusak parah, 2 rumah hanyut, 2 unit MCK ambruk, dan sekitar 50 hektar sawah terdampak rusak,” ucap Jafar.
Dikatakan Kades Jafar, sambil menunggu kondisi aman, mereka masih membuka 2 unit dapur umum.
“Pembukaan dapur umum tak lepas dari dukungan dan bantuan dari Bupati Tapsel, BRI, dan juga dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) Sigalangan,” tuturnya. (hm16)






















