Sunday, June 28, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Iman Batax, Stand Up Comedy yang Sukses Jadi Master of Ceremony

Mistar.idMinggu, 10 Mei 2026 pukul 07.51 WIB
iman_batax_stand_up_comedy_yang_sukses_jadi_master_of_ceremony

Iman Batax, stand-up comedian yang kini sukses berkarier sebagai Master of Ceremony (MC). (Foto: Dokumentasi milik Iman Batax/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kalau kita sering mendengar peribahasa “Mulutmu Harimaumu”, mungkin bagi seorang Iman Batax, “Mulutmu Bisa Jadi Cuanmu”. Ya, sejak awal meniti karier, Iman kerap kali bermodalkan kelihaiannya dalam berbicara untuk mencari cuan. Seperti yang telah dilakukannya mulai dari stand-up comedy hingga kini menjadi seorang Master of Ceremony (MC).

Belasan tahun menata karier, kini gayanya masih sama, tata cara bahasanya tetap khas. Iman selalu memberi kesan kepada setiap orang yang berbicara dengannya, termasuk dalam sesi wawancara untuk tulisan ini. Pria bernama lengkap Iman Surya Abadi Damanik ini pun menceritakan rangkuman perjalanan hidupnya yang sempat mengalami pasang surut.

“Kalau orang lihat aku seperti ini sekarang, perjalanannya juga gak mulus-mulus kali. Sempat naik turun juga aku dalam perjalanan karierku,” ujarnya saat diwawancarai Mistar, Minggu (10/5/2026) pagi.

Berbicara dengan gayanya yang dikenal kocak, Iman secara berangsur menceritakan perjalanan awalnya pada tahun 2012 silam saat masuk ke salah satu komunitas stand-up comedy di Kota Medan. Sampai saatnya dirinya mencoba untuk open mic pertama kali dan memberikan kesan “pecah” kepada penonton saat itu.

“Kerjaanku sebenarnya di salah satu anak perusahaan BUMN di bagian call center. Tahun 2012 kan lagi viral stand-up comedy, di TV juga lagi hype. Aku tertarik dan ternyata setelah kucari ada komunitasnya di Medan. Kudatangi, awalnya niat nonton saja, tapi kulihat gak ada yang lucu, jadi karena saat itu MC-nya adik juniorku, aku beranikan diri naik dan pecah,” ucapnya.

Dinilai sukses membawakan materi alakadarnya saat itu, Iman pun direkomendasikan untuk ikut kompetisi stand-up comedy tingkat Kota Medan pada pekan berikutnya. Ia pun mengamini ajakan tersebut. Di situlah Iman bertemu dengan nama-nama seperti Lolox hingga Indra Jegel.

“Nah aku di situ dapat juara favorit lah, karena aku belum begitu paham tentang buat materi stand-up, jadi masih kayak cerita lucu saja. Tapi dari situ aku akhirnya bisa gabung komunitas itu, dan berjumpa dengan almarhum Babe Cabita dan lain-lain,” tutur pria kelahiran 10 Mei 1983 tersebut.

Kesuksesannya dalam bercerita lucu itu pun mengantarkannya lebih percaya diri untuk ikut kompetisi di tingkat nasional di salah satu stasiun televisi kala itu. Ia bersama empat stand-up comedian lainnya, yakni Wanda Wandouw, Pak Baho, Ilham Abay dan Teguh, pun berangkat ke Jakarta.

“Awalnya aku dapat golden ticket di SUCI 6 (Kompas TV), berdua aku dan Indra Jegel, tapi yang berangkat Jegel, pas pula juara dia di situ. Tapi rezeki datang lagi di SUCA (Indosiar), di situlah karena aku sudah dapat golden ticket di SUCI jadi cukup mulus lah di SUCA, berangkat kami berlima ke Jakarta. Tetap saja, kalah juga,” ceritanya sembari tertawa.

Meski gagal pada kompetisi tersebut, namun Iman Batax pulang ke Medan dengan cukup bangga. Kariernya sebagai stand-up comedian pun melesat, beberapa job pun didapatinya dari kelihaiannya berbicara. Namun pasang surut terjadi, hidupnya sebagai seorang stand-up comedian tak selalu berjalan mulus.

“Tahun 2017 job stand-up turun, gak ada lagi job. Tapi Tuhan baik, ada kawan pernah lihat aku stand-up, dia nawarin untuk MC. Aku bingung, kayak mana MC, menurutku downgrade kan. Memang saat itu aku masih kerja, tapi kan mau cari job di akhir pekan, yaudah kuterima saja job MC itu,” ujarnya.

Lagi dan lagi, pembawaan seorang Iman Batax yang lucu membuatnya tidak begitu kesulitan dalam menjalankan tugas sebagai seorang pewara. Iman mengaku tidak sulit beradaptasi dan hingga saat ini dikenal sebagai MC yang sukses membawakan acara-acara informal di Kota Medan.

“Jadi sekarang orang-orang taunya aku MC. Ya syukurlah, setiap pekannya ada aja acara, sebulan bisa 4-5 acara, itu kalau penghasilannya dari MC menurutku cukuplah,” ucapnya.

Tidak berhenti di situ, bukan Iman Batax kalau tidak membuat gebrakan-gebrakan baru. Selepas masa pandemi hingga kini, dirinya dan sang istri pun melebarkan sayap menjadi seorang pembuat konten. Sajian konten lucu dan menghibur pun dibuat hampir setiap hari di media sosialnya.

“Selepas Covid itu coba juga jadi content creator, ya berkesinambungan juga. Karena kadang aku dapat job MC karena orang kenal aku dari konten-konten yang kubuat. Jadi sekarang terus buat konten-konten lucu sama istri,” tutur ayah tiga anak tersebut.

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN