Thursday, July 23, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Saham Grup Bakrie Melonjak, BUMI Naik 15 Persen dan DEWA Menguat 10 Persen

Mistar.idKamis, 23 Juli 2026 pukul 16.03 WIB
saham_grup_bakrie_melonjak_bumi_naik_15_persen_dan_dewa_menguat_10_persen

Saham BRMS perlahan membentuk rangkaian kenaikan bertahap menuju 492, 505, 530, 575, hingga akhirnya ditutup di level 620. (Foto: KabarBursa)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Saham emiten pertambangan yang berada di bawah Grup Bakrie mencatat penguatan signifikan pada sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/7/2026). PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sama-sama membukukan kenaikan dua digit seiring meningkatnya minat investor terhadap sektor pertambangan.

Hingga sekitar pukul 13.06 WIB, saham BUMI memimpin penguatan dengan lonjakan sebesar 15 persen ke level Rp194 per saham, dibandingkan harga penutupan sebelumnya di Rp168.

Sepanjang sesi perdagangan, saham BUMI dibuka pada level Rp169 dan sempat menyentuh harga tertinggi Rp196 per saham sebelum diperdagangkan di kisaran Rp194.

Kenaikan tersebut diiringi aktivitas transaksi yang tinggi. Sebanyak 67,89 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sekitar Rp1,23 triliun dalam 110.071 kali transaksi. Kapitalisasi pasar BUMI tercatat mencapai sekitar Rp72,04 triliun, menjadikannya salah satu emiten tambang dengan nilai pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.

Sementara itu, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 10 persen menjadi Rp486 per saham dari posisi penutupan sebelumnya di Rp440.

DEWA dibuka di level Rp438, sempat turun ke Rp436, sebelum bergerak menguat hingga mencapai Rp486 yang sekaligus menjadi level tertinggi pada sesi perdagangan tersebut.

Volume perdagangan DEWA mencapai 14,67 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp691,9 miliar dalam 81.218 kali transaksi. Kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar Rp19,77 triliun, menjadikannya salah satu emiten jasa pertambangan dengan nilai pasar terbesar di sektornya.

Meski sama-sama berasal dari Grup Bakrie dan bergerak di industri pertambangan, kedua saham memiliki karakteristik yang berbeda. BUMI unggul dari sisi kenaikan harga saham, nilai transaksi, likuiditas perdagangan, serta kapitalisasi pasar.

Di sisi lain, DEWA dinilai lebih menarik dari aspek valuasi. Emiten kontraktor tambang tersebut memiliki rasio price to earnings (PE) sekitar 4 kali, jauh lebih rendah dibandingkan BUMI yang berada di kisaran 48 kali. Kondisi tersebut membuat DEWA dinilai relatif lebih murah berdasarkan valuasi laba perusahaan.

Penguatan BUMI dan DEWA pada perdagangan sesi I mencerminkan tingginya perhatian investor terhadap saham-saham sektor pertambangan, yang kembali menjadi salah satu motor penggerak perdagangan di Bursa Efek Indonesia.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN