Asing Lepas Saham DSSA hingga BBRI, Net Sell Capai Rp920 Miliar di Bursa Hari Ini

Ilustrasi lepas saham (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Investor asing kembali mencatat aksi jual besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Total transaksi jual bersih (net sell) mencapai Rp920,2 miliar, dengan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi emiten yang paling banyak dilepas.
Berdasarkan data perdagangan BEI, aksi jual asing terbesar terjadi pada saham DSSA dengan nilai Rp229,9 miliar di pasar reguler.
Di posisi berikutnya terdapat saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatat net sell sebesar Rp141 miliar.
Selain itu, investor asing juga melepas saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp137,2 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp133,5 miliar, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp131,9 miliar.
Daftar Saham dengan Net Sell Asing Terbesar
Berikut lima saham dengan aksi jual bersih terbesar oleh investor asing pada perdagangan Rabu (22/7/2026):
- DSSA: Rp229,9 miliar
- BBRI: Rp141 miliar
- ASII: Rp137,2 miliar
- AMMN: Rp133,5 miliar
- TPIA: Rp131,9 miliar
Secara kumulatif, total transaksi jual bersih investor asing sepanjang tahun 2026 kini mencapai sekitar Rp76,5 triliun.
TINS dan ANTM Jadi Incaran Investor Asing
Di tengah dominasi aksi jual, sejumlah saham justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) oleh investor asing.
Saham PT Timah Tbk (TINS) menjadi yang paling banyak diborong dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp55,5 miliar.
Sementara itu, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga mencatat net buy asing sebesar Rp48,9 miliar.
DSSA Tetap Dilirik Meski Dihapus dari Indeks MSCI
Meski menjadi saham dengan aksi jual asing terbesar, prospek DSSA masih mendapat perhatian positif dari sejumlah analis.
Dalam risetnya, Sucor Sekuritas menyebut DSSA tengah melakukan transformasi bisnis dengan mengurangi ketergantungan pada sektor batu bara melalui anak usahanya, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).
Perseroan kini memperluas bisnis ke sektor telekomunikasi, teknologi, dan energi panas bumi.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah rencana akuisisi 35 persen saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR). Langkah ini dinilai memperkuat posisi DSSA dalam rantai nilai infrastruktur telekomunikasi.
Selain itu, DSSA juga mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (geotermal) berkapasitas 460 megawatt (MW) melalui kerja sama dengan First Gen.
Analis memperkirakan ekspansi tersebut akan memperbesar potensi pasar yang dapat digarap perusahaan serta mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba dalam beberapa tahun ke depan.
Sucor Sekuritas pun masih mempertahankan rekomendasi buy untuk saham DSSA dengan target harga Rp990 per saham.
PREVIOUS ARTICLE
Beberapa Beras Premium Belum Tersedia di Sejumlah Swalayan MedanBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER





















