Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Asing Lepas Saham DSSA hingga BBRI, Net Sell Capai Rp920 Miliar di Bursa Hari Ini

Mistar.idRabu, 22 Juli 2026 pukul 21.41 WIB
asing_lepas_saham_dssa_hingga_bbri_net_sell_capai_rp920_miliar_di_bursa_hari_ini

Ilustrasi lepas saham (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Investor asing kembali mencatat aksi jual besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Total transaksi jual bersih (net sell) mencapai Rp920,2 miliar, dengan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi emiten yang paling banyak dilepas.

Berdasarkan data perdagangan BEI, aksi jual asing terbesar terjadi pada saham DSSA dengan nilai Rp229,9 miliar di pasar reguler.

Di posisi berikutnya terdapat saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatat net sell sebesar Rp141 miliar.

Selain itu, investor asing juga melepas saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp137,2 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp133,5 miliar, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp131,9 miliar.

Daftar Saham dengan Net Sell Asing Terbesar

Berikut lima saham dengan aksi jual bersih terbesar oleh investor asing pada perdagangan Rabu (22/7/2026):

  1. DSSA: Rp229,9 miliar
  2. BBRI: Rp141 miliar
  3. ASII: Rp137,2 miliar
  4. AMMN: Rp133,5 miliar
  5. TPIA: Rp131,9 miliar

Secara kumulatif, total transaksi jual bersih investor asing sepanjang tahun 2026 kini mencapai sekitar Rp76,5 triliun.

TINS dan ANTM Jadi Incaran Investor Asing

Di tengah dominasi aksi jual, sejumlah saham justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) oleh investor asing.

Saham PT Timah Tbk (TINS) menjadi yang paling banyak diborong dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp55,5 miliar.

Sementara itu, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga mencatat net buy asing sebesar Rp48,9 miliar.

DSSA Tetap Dilirik Meski Dihapus dari Indeks MSCI

Meski menjadi saham dengan aksi jual asing terbesar, prospek DSSA masih mendapat perhatian positif dari sejumlah analis.

Dalam risetnya, Sucor Sekuritas menyebut DSSA tengah melakukan transformasi bisnis dengan mengurangi ketergantungan pada sektor batu bara melalui anak usahanya, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).

Perseroan kini memperluas bisnis ke sektor telekomunikasi, teknologi, dan energi panas bumi.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah rencana akuisisi 35 persen saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR). Langkah ini dinilai memperkuat posisi DSSA dalam rantai nilai infrastruktur telekomunikasi.

Selain itu, DSSA juga mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (geotermal) berkapasitas 460 megawatt (MW) melalui kerja sama dengan First Gen.

Analis memperkirakan ekspansi tersebut akan memperbesar potensi pasar yang dapat digarap perusahaan serta mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba dalam beberapa tahun ke depan.

Sucor Sekuritas pun masih mempertahankan rekomendasi buy untuk saham DSSA dengan target harga Rp990 per saham.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN