Sabun Cuci Kemasan Sachet Mulai Langka di Grosir Medan

Ilustrasi sabun cuci pakaian dan pewangi pakaian mulai sulit ditemukan di grosir. (Foto: Gemini AI)
Medan, MISTAR.ID - Produk kebutuhan rumah tangga seperti sabun cuci pakaian kemasan sachet dan sejumlah produk lainnya mulai sulit ditemukan di sejumlah grosir di Kota Medan.
Stok yang mulai sulit diperoleh ini menimbulkan kebingungan di kalangan ibu rumah tangga dan pedagang eceran terkait ketersediaan barang-barang kebutuhan harian di pasaran.
Seorang pemilik grosir di Jalan Klambir Lima, Udin, mengungkapkan stok sabun dalam kemasan plastik sebenarnya masih ada, namun memang mulai sulit didapatkan.
"Kalau dibilang enggak ada, enggak juga. Masih ada beberapa, cuma carinya agak susah. Di distributor A enggak ada, terpaksa kita cari distributor B dan C," katanya, Kamis (16/7/2026).
Udin juga mengatakan, beberapa produk mengalami perubahan ukuran kemasan. Misalnya, sabun cair yang sebelumnya dijual dengan harga Rp500 per pcs kini diganti menjadi kemasan seharga Rp1.000 per pcs.
"Awalnya Rp500 per pcs, tapi sekarang enggak ada lagi barangnya. Yang ada cuma Rp1.000 per pcs. Kemasannya agak besar, tapi itulah pembeli jadi enggak mau beli lagi. Pedagang eceran lebih suka yang kecil-kecil biasanya, karena ibu-ibu nyuci satu sachet yang Rp500 sudah cukup," ucapnya.
Udin mengaku tidak mengetahui alasan pasti mengapa barang-barang tersebut menjadi sulit ditemukan. Menurutnya, hanya beberapa produk yang masih tersedia.
Sementara itu, seorang ibu rumah tangga, Hepi, mengaku heran karena produk yang biasa dibelinya kini sudah tidak tersedia lagi di pasaran. Kondisi itu membuatnya beralih ke kemasan yang lebih besar atau bahkan mengganti merek produk.
"Biasanya beli pewangi pakaian dan sabun cuci baju serenteng yang harganya Rp500 per biji. Jadi, per hari pakai satu atau dua, tergantung banyak bajunya. Sekarang enggak ada lagi yang Rp500, semuanya Rp1.000 bahkan ada yang Rp2.000. Memang isinya lebih banyak, tapi jadi enggak bisa nakar seberapa banyak yang bisa dipakai," ujarnya.
Hepi yang juga merupakan pedagang eceran mengatakan, beberapa tetangga yang menjadi pelanggannya sering mengeluh karena produk yang mereka cari tidak pernah tersedia. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
BPS Pematangsiantar Jamin Data Sensus Ekonomi Tak DisalahgunakanBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER























