Sunday, June 28, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Rupiah Sentuh Titik Terlemah, Pemerintah Perkuat Strategi Kurangi Ketergantungan Dolar

Mistar.idSelasa, 5 Mei 2026 pukul 16.50 WIB
rupiah_sentuh_titik_terlemah_pemerintah_perkuat_strategi_kurangi_ketergantungan_dolar_

Ilustrasi rupiah dan dollar AS. (foto: thinkstocks/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menyentuh kisaran Rp17.423 per dolar pada perdagangan, Selasa (5/5/2026) sore.

Secara historis, posisi tersebut menjadi salah satu titik terlemah rupiah terhadap mata uang AS. Meski demikian, pemerintah menilai kondisi ini masih sejalan dengan tren global, di mana sejumlah mata uang lain juga mengalami tekanan akibat meningkatnya tensi geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Airlangga menjelaskan tingginya permintaan dolar turut dipicu oleh kebutuhan musiman, seperti pembiayaan ibadah haji serta pembayaran dividen perusahaan kepada investor asing.

“Biasanya saat musim haji permintaan dolar meningkat. Selain itu, pada kuartal kedua juga ada pembayaran dividen, sehingga kebutuhan terhadap dolar menjadi lebih tinggi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Untuk meredam tekanan terhadap rupiah, pemerintah bersama Bank Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya melalui kerja sama pertukaran mata uang lokal (currency swap) dengan beberapa negara mitra.

Kerja sama tersebut mencakup negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi internasional.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan strategi pembiayaan melalui penerbitan surat utang dalam denominasi mata uang selain dolar, seperti yuan dan yen, guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ke depan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN