Rupiah Melemah ke Rp17.721 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Risk-Off Global

Ilustrasi nilai tukar rupiah. (foto: rmid/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID – Nilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan, Senin (24/8/2026). Rupiah ditutup pada level Rp17.721 per dolar AS, melemah 27 poin atau sekitar 0,15 persen dibandingkan posisi pada perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah tersebut berlangsung ketika pasar mata uang Asia menunjukkan kinerja yang beragam terhadap dolar AS.
Sejumlah mata uang kawasan tercatat melemah. Yuan China turun 0,04 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,09 persen, dolar Singapura melemah 0,09 persen, yen Jepang turun 0,18 persen, sedangkan won Korea Selatan terdepresiasi 0,01 persen.
Sebaliknya, dolar Hong Kong menguat 0,04 persen. Sementara peso Filipina tercatat bergerak relatif stabil terhadap dolar AS.
Tekanan juga terlihat pada sejumlah mata uang negara maju. Euro Eropa turun 0,11 persen, poundsterling Inggris melemah 0,08 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,12 persen.
Dolar Kanada menjadi salah satu mata uang yang mengalami pelemahan paling besar dengan penurunan 0,57 persen. Sementara franc Swiss turun 0,15 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah tidak terlepas dari kembali menguatnya dolar AS di tengah sentimen risk-off yang melanda pasar global.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS yang rebound di tengah sentimen risk-off global akibat meningkatnya ketidakpastian terkait dampak Economic D-Day yang diserukan AS, yang berpotensi menjatuhkan sanksi terhadap negara pihak ketiga, bank asing, maupun perusahaan komersial yang memberikan dukungan ekonomi vital kepada Teheran," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
























