Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Produksi Minyak Pertamina EP Zona 4 Tembus 27.643 Barel per Hari Sepanjang 2025

Mistar.idSelasa, 13 Januari 2026 pukul 18.37 WIB
produksi_minyak_pertamina_ep_zona_4_tembus_27643_barel_per_hari_sepanjang_2025

Ilustrasi pegawai Pertamina. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

PT Pertamina EP (PEP) bersama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Zona 4 mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Produksi minyak di wilayah ini mencapai 27.643 barel per hari (bph), atau meningkat 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

General Manager Pertamina EP Zona 4, Djudjuwanto, menyampaikan kenaikan produksi didorong oleh penambahan data seismik 3D, serta penerapan strategi pengembangan lapangan yang lebih agresif dan terintegrasi.

Pengembangan tersebut dilakukan melalui berbagai program, seperti New Area Development (NAD), pengeboran step out, interfield, dan infill, serta penguatan kolaborasi tim subsurface dalam pengeboran sumur baru dan kegiatan workover & well intervention (WO&WI).

“Capaian ini menunjukkan kinerja operasi Zona 4 yang semakin solid dari tahun ke tahun. Inovasi teknologi dan kerja sama lintas fungsi menjadi kunci dalam memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional,” ujar Djudjuwanto, Selasa (13/1/2026).

Selain minyak, kinerja produksi gas juga mencatat hasil positif. Sepanjang 2025, PEP Zona 4 memproduksi gas sebesar 530,9 juta kaki kubik standar per hari (MMscfd).

Produksi minyak dan gas tersebut berasal dari tujuh lapangan yang dikelola PEP dan PHE Zona 4 di dua kota dan sembilan kabupaten. Seluruh hasil produksi disalurkan untuk memenuhi kebutuhan kilang domestik Pertamina, sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan energi nasional.

Untuk meningkatkan efisiensi operasional, PEP Zona 4 juga menerapkan berbagai inovasi teknologi, salah satunya batch drilling onshore. Teknologi ini memungkinkan pengeboran beberapa sumur dari satu lokasi yang sama secara berurutan.

Selain itu, penggunaan drilling rig dengan sistem skidding atau walking memungkinkan pemindahan peralatan dari satu sumur ke sumur lainnya tanpa perlu pembongkaran, sehingga mempercepat proses pengeboran dan menekan biaya operasional.

Djudjuwanto menambahkan, peningkatan produksi tersebut dicapai tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja. Sepanjang 2025, PEP dan PHE Zona 4 berhasil mempertahankan kinerja zero accident.

“Keselamatan merupakan budaya di Pertamina. Safety first. Peningkatan produksi dapat berjalan seiring dengan komitmen kuat terhadap keselamatan dan perlindungan lingkungan,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN