Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Rupiah Terpuruk Dekati Rp16.900, IHSG dan Emas Justru Kompak Parkir di Zona Hijau

Mistar.idSelasa, 13 Januari 2026 19.43
journalist-avatar-top
AA
rupiah_terpuruk_dekati_rp16900_ihsg_dan_emas_justru_kompak_parkir_di_zona_hijau

Seorang wanita menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS. (foto: Antara/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pasar keuangan dalam negeri menunjukkan dinamika yang kontras pada perdagangan Selasa (13/1/2026). Di saat nilai tukar Rupiah kian terdesak hingga mendekati level psikologis baru, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan harga emas justru berhasil bertahan dan menguat tipis di zona hijau.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, melaporkan mata uang Rupiah ditutup melemah di level Rp16.860 per Dolar AS. Sepanjang sesi, mata uang rupiah sempat mengalami tekanan hebat hingga ditransaksikan dalam rentang Rp16.850 hingga Rp16.880.

"Tekanan pada Rupiah hari ini lebih dominan dipicu oleh faktor eksternal, yakni kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury 10 tahun yang berada di level 4,169 persen, ditambah dengan penguatan Indeks Dolar (USD Index) di level 98,9. Kondisi ini memaksa Rupiah terus mencari titik keseimbangan baru," katanya, Selasa (13/1/2026).

Meski rupiah terpuruk, IHSG justru menunjukkan ketangguhannya. Sempat mengalami tekanan jual signifikan pada sesi kedua, indeks kebanggaan Indonesia ini berhasil menguat tajam di menit-menit terakhir perdagangan. IHSG bergerak dalam rentang lebar antara 8.841 hingga 8.956.

Penyokong utama performa IHSG hari ini berasal dari saham-saham blue chip seperti ADRO, BBRI, ANTM, ASII, hingga TLKM. Namun, kenaikan tersebut sempat tertahan oleh koreksi pada saham-saham seperti BUMI, BRPT, MEDC, BULL, dan RATU. Pergerakan positif IHSG ini sejalan dengan membaiknya mayoritas bursa saham di kawasan Asia.

Di pasar komoditas, emas dunia juga menunjukkan tren penguatan dengan ditransaksikan pada level 4.590 Dolar AS per troy ons, atau masih bertahan di kisaran Rp2,5 juta per gram di pasar domestik. Secara teknikal, emas tengah berada dalam fase konsolidasi untuk menembus level harga psikologis 4.600 Dolar AS.

"Emas menguat di tengah tekanan yang dialami Bank Sentral AS. Secara fundamental, emas masih memiliki kesempatan besar untuk menembus level 4.600 Dolar AS dalam waktu dekat, mengingat posisinya sebagai aset aman tetap dicari investor saat pasar keuangan goyah," ucap Gunawan.

Kombinasi antara melemahnya mata uang dan menguatnya aset lindung nilai seperti emas memberikan sinyal bagi para pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang kemungkinan masih akan berlanjut di sepanjang pekan ini.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN