Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pertamina Resmi Gabungkan Tiga Anak Usaha Jadi Subholding Downstream

Mistar.idKamis, 5 Februari 2026 pukul 16.14 WIB
pertamina_resmi_gabungkan_tiga_anak_usaha_jadi_subholding_downstream

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza saat menyampaikan pemaparan dalam acara Energy Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Foto: CNBC Indonesia)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

PT Pertamina (Persero) resmi merealisasikan integrasi tiga anak usahanya menjadi Subholding Downstream mulai 1 Februari 2026. Ketiga entitas tersebut adalah PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT Pertamina International Shipping.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyampaikan bahwa langkah strategis ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan pemerintah untuk memperkuat rantai pasok energi nasional di tengah meningkatnya dinamika global.

Integrasi Kilang, Kapal, dan Distribusi Energi

Menurut Oki, penggabungan tersebut menyatukan seluruh kemampuan hilir Pertamina, mulai dari pengolahan di kilang, transportasi melalui armada kapal, hingga penyaluran BBM dan energi ke masyarakat dalam satu subholding terintegrasi.

“Kami mulai Subholding Downstream per 1 Februari 2026. Kilang, shipping, dan distribusi disatukan agar Indonesia lebih kuat menghadapi kondisi geopolitik global yang semakin tinggi,” ujar Oki dalam acara Energy Outlook 2026 CNBC Indonesia di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan ketahanan sistem energi nasional, terutama di tengah ketidakpastian global yang berpotensi mengganggu pasokan dan harga energi.

Antisipasi Geopolitik dan Volatilitas Harga Energi

Oki menambahkan, situasi geopolitik dunia yang tidak stabil diperkirakan akan memicu fluktuasi signifikan harga minyak mentah dan produk bahan bakar minyak (BBM) di pasar internasional.

Dengan struktur hilir yang terintegrasi, Pertamina diharapkan memiliki manajemen rantai pasok yang lebih solid sehingga mampu memitigasi risiko gangguan pasokan maupun lonjakan harga.

“Perubahan harga crude dan BBM dunia tidak bisa dihindari. Dengan penguatan ini, kami berharap bisa mendukung Indonesia agar semakin kuat dari sisi ketahanan energi,” jelasnya.

Dorong Efisiensi dan Pangkas Biaya Operasional

Selain aspek ketahanan energi, pembentukan Subholding Downstream juga ditargetkan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Integrasi proses bisnis dari pengolahan hingga distribusi akhir diyakini mampu mengurangi transaksi antar entitas yang sebelumnya dikategorikan sebagai transaksi eksternal.

Dengan demikian, struktur biaya menjadi lebih ramping dan operasional perusahaan dapat berjalan lebih optimal.

“Hilir yang terintegrasi akan lebih efisien karena mengurangi transaksi eksternal antar perusahaan. Ini akan membuat kinerja menjadi lebih baik,” pungkas Oki.

Pembentukan Subholding Downstream ini menjadi salah satu langkah strategis Pertamina dalam memperkuat posisinya menghadapi tantangan industri energi global sekaligus mendukung ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN