Monday, June 22, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pasar Modal Diterpa Outflow, Modal Asing Kabur dari Indonesia

Mistar.idRabu, 6 Mei 2026 pukul 09.10 WIB
EH
pasar_modal_diterpa_outflow_modal_asing_kabur_dari_indonesia

Instrumen pasar modal. (Foto: Shutterstock)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Tekanan arus dana keluar masih membayangi pasar modal Indonesia. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menyebut kondisi ini turut menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Perempuan yang akrab disapa Kiki itu menjelaskan, fenomena outflow saat ini banyak dipicu dinamika geopolitik dan geoekonomi global.

"Terkait dengan pasar modal, dapat kami sampaikan terjadi outflow karena memang saat ini kondisi dari faktor geopolitik dan geoekonomi secara global di mana tentu kalau dari The Fed higher for longer, makanya pada outflow," kata Kiki dalam konfederasi pers di Istana Kepresidenan, Selasa (5/5/2026).

Meski demikian, OJK menilai tekanan ini tidak akan berlangsung lama. Kiki optimistis arus modal berpotensi kembali masuk seiring membaiknya fundamental ekonomi domestik.

"Namun selama kita yakini fundamental kita baik ya, kita harapkan ini akan bisa berbalik," tuturnya.

Di tengah kondisi tersebut, OJK bersama pemangku kepentingan terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan transparansi sekaligus daya tarik pasar modal Indonesia. Salah satu langkah yang ditempuh adalah membuka data kepemilikan saham secara lebih rinci, termasuk pemegang saham hingga level 1 persen serta memperluas klasifikasi data dari sebelumnya sembilan menjadi 39 kategori.

"Januari kemarin dari MSCI dapat kami sampaikan bahwa seluruh hal-hal yang menjadi concern dari global investor terkait dengan transparansi dari pasar modal Indonesia di mana data dari 1% pemegang saham sudah kita buka," katanya.

"Kemudian granularity (kerincian) dari data dari 9 klasifikasi menjadi 39 sudah kita sampaikan secara sangat granular. Kemudian ultimate beneficial owner juga sudah kita sampaikan. Dan satu lagi terkait likuiditas yaitu untuk free float di atas 15% dengan stages yang kita sampaikan," ucapnya.

Ia mengakui, berbagai langkah pembenahan tersebut bisa berdampak jangka pendek terhadap pergerakan pasar. Namun, upaya ini dinilai krusial untuk memperkuat fondasi pasar modal dalam jangka panjang.

"Kalau kita melihat nanti mungkin pengumuman di Mei oleh MSCI dan juga nanti di Juni untuk terkait market kita, yang mungkin kalau di Maret nanti akan ada rebalancing dari indeks MSCI kita. Mungkin kita ya expect akan terjadi penyesuaian. Namun kita sampaikan ini adalah dampak sementara dari perbaikan yang kita lakukan," ujarnya.

Untuk meredam dampak gejolak eksternal, OJK juga mendorong pendalaman pasar dengan memperbesar peran investor domestik. Dalam satu tahun terakhir, jumlah investor tercatat meningkat signifikan, dengan tambahan sekitar 5 juta Single Investor Identification (SID).

"Kalau melihat angka jumlah investor di pasar modal kita dalam satu tahun tuh naik sekitar 5 juta SID. Jadi kita pendalaman pasar bagaimana investor domestik kita tingkatkan supaya kalau terjadi gonjang-ganjing di luar tetap apa lebih stabil untuk market kita," ucapnya. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN