Monday, June 22, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Ekonomi Sumut Tumbuh 4,98 Persen di Triwulan I-2026, Sektor Akomodasi dan Makan Minum Meroket

Mistar.idRabu, 6 Mei 2026 pukul 09.11 WIB
journalist-avatar-top
AA
ekonomi_sumut_tumbuh_498_persen_di_triwulan_i2026_sektor_akomodasi_dan_makan_minum_meroket

Statistik Ahli Utama BPS Sumut, Misfaruddin saat memberikan keterangan. (Foto: Amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) melaporkan pertumbuhan ekonomi provinsi ini tetap stabil di jalur positif pada awal tahun 2026. Berdasarkan data terbaru, ekonomi Sumatera Utara pada Triwulan I-2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,98 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/y-on-y).

Statistik Ahli Utama BPS Sumut, Misfaruddin, memaparkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumut atas dasar harga berlaku mencapai Rp320,03 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp167,92 triliun.

Pertumbuhan ekonomi tahunan ini didorong kuat oleh geliat sektor pariwisata dan jasa boga. Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mencatatkan kenaikan tertinggi secara drastis.

"Dari sisi produksi, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 18,62 persen secara y-on-y. Sementara dari sisi pengeluaran, kenaikan tertinggi dialami oleh komponen pengeluaran konsumsi Lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 11,24 persen," kata Misfaruddin, Rabu (6/5/2026).

Meski tumbuh secara tahunan, ekonomi Sumut jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter/q-to-q) mengalami kontraksi atau penurunan tipis sebesar 0,28 persen.

Misfaruddin menyebutkan, kontraksi ini merupakan hal yang lumrah terjadi di awal tahun, yang dipicu oleh melambatnya belanja pemerintah dan sektor kesehatan.

Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial terkontraksi 8,54 persen. Sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami penurunan terdalam sebesar 9,41 persen.

Secara spasial, Sumatera Utara masih mengukuhkan posisinya sebagai motor penggerak ekonomi utama di Pulau Sumatera. Kontribusi Sumut terhadap total ekonomi di wilayah Sumatera menjadi yang tertinggi, mengungguli provinsi kaya sumber daya alam lainnya.

Kontribusi PDRB di pulau Sumatera triwulan I-2026, yaitu Sumatera Utara 23,50 persen, Riau 23,29 persen, Sumatera Selatan 13,60 persen, dan Bengkulu 2,10 persen

"Struktur ekonomi di Pulau Sumatera masih didominasi oleh Sumatera Utara yang berkontribusi sebesar 23,50 persen. Hal ini menunjukkan peran strategis Sumut dalam menjaga stabilitas ekonomi regional," ucap Misfaruddin.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN