Neraca Perdagangan Sumut Periode Januari–Mei 2026 Surplus 2,9 Miliar Dolar AS

PT Belawan New Container Terminal (BNCT) bekerja sama yang dioperasikan oleh STIC dalam pengiriman barang ke pasar Asia. (Foto: HO-PT Belawan New Container Terminal)
Medan, MISTAR.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan neraca perdagangan luar negeri periode Januari hingga Mei 2026 mengalami surplus kumulatif sebanyak 2.922,88 juta dolar AS. Faktor ini didorong oleh kuatnya pertumbuhan angka ekspor.
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, mengatakan ekspor Sumut periode Januari hingga Mei 2026 tembus 5.287,18 juta dolar AS. Angka ini naik 10,23 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.
"Ekspor Mei 2026 mengalami kenaikan dibanding Mei 2025 dari 1.013,86 juta dolar AS menjadi 1.045,84 juta dolar AS atau naik 3,15 persen," katanya, Kamis (2/7/2026).
Kemudian, golongan barang yang mengalami peningkatan terbesar periode Januari hingga Mei 2026 adalah produk kimia yang naik sebesar 161,79 juta dolar AS atau naik 21,74 persen.
Selain produk kimia, sektor lemak dan minyak hewan/nabati naik mencapai 132,15 juta dolar AS atau naik 7,02 persen. Kemudian, penurunan terbesar terjadi pada kopi, teh, dan rempah sebesar 18,95 juta, disusul tembakau turun 17,97 juta dolar AS.
Periode ini, Tiongkok masih menjadi pasar ekspor utama Sumut dengan nilai mencapai 907,36 juta Dolar AS, Amerika Serikat 744,91 juta dolar AS, dan India 367,87 juta dolar AS. Secara kawasan, ekspor ke Asia di luar ASEAN mendominasi mencapai 38,69 persen.
Selanjutnya, nilai impor Sumut Januari hingga Mei 2026 sebesar 2.364,29 juta dolar AS atau naik 8,71 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan impor tertinggi ada pada golongan bahan bakar mineral yang naik 38,57 persen, karet dan barang dari karet naik 62,52 persen. Sementara itu, impor mesin/pesawat mekanik turun 37,94 juta dolar AS.
Tiongkok juga menjadi pemasok impor terbesar bagi Sumut sebesar 647,98 juta Dolar AS atau 27,41 persen, Singapura 382,12 juta dolar AS atau 16,16 persen, dan Malaysia 308,01 juta dolar AS atau 13,03 persen.
Meski secara bulanan neraca perdagangan Mei 2026 turun 2.70 persen menjadi 542,26 juta dolar AS, namun secara keseluruhan performa perdagangan luar negeri Sumut tetap kokoh.
"Periode Januari hingga Mei 2026, Sumut mencapai surplus perdagangan 2.922,88 juta dolar AS. Surplus terbesar adalah Amerika Serikat senilai 600,13 juta dolar AS dan Tiongkok 259,38 juta dolar AS. Namun, kita masih defisit di beberapa negara, terbesar di Singapura 334,23 juta dolar AS," ucap Asim. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Empat Marketplace yang Mulai Terapkan Pajak Pada 1 Agustus 2026



















