Thursday, July 2, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Tomat dan Ayam Ras Anjlok, Pematangsiantar Alami Deflasi Sepanjang Juni

Mistar.idKamis, 2 Juli 2026 pukul 12.14 WIB
harga_tomat_dan_ayam_ras_anjlok_pematangsiantar_alami_deflasi_sepanjang_juni

Pedagang tomat dan cabai di Pasar Dwikora, Siantar. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Memasuki pertengahan 2026, indeks harga konsumen di Kota Pematangsiantar menunjukkan tren penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematangsiantar melaporkan terjadi deflasi sebesar 0,07 persen secara month-to-month (m-to-m) sepanjang Juni 2026.

Kepala BPS Kota Pematangsiantar, Ratnauli Naibaho, mengungkapkan tomat menjadi penyumbang deflasi terdalam. Diikuti oleh pasokan ayam yang melimpah, sehingga harganya ikut melandai.

"Pada Juni 2026, komoditas tomat menyumbang andil deflasi terbesar hingga 0,13 persen (m-to-m). Menariknya, jika ditarik secara kumulatif tahun kalender (year-to-date), tomat sebenarnya sudah mengalami inflasi 128,36 persen. Namun, penurunan di bulan Juni ini menjadi yang terdalam sepanjang setahun terakhir," ujar Ratnauli, Kamis (2/7/2026).

Daging ayam ras dan sawi hijau turut meredam laju inflasi. Masing-masing menyumbang andil deflasi sebesar 0,06 persen. Untuk daging ayam ras, tren penurunan ini melanjutkan koreksi harga yang sebelumnya juga sempat anjlok parah pada Mei 2026.

Secara umum, kelompok yang menjadi pemicu utama deflasi di Siantar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan total andil mencapai 0,3 persen. Sedangkan komoditas lain yang ikut turun harga, di antaranya ikan, sayur dan buah.

Kemudian, bensin menjadi penahan deflasi utama dengan andil inflasi sebesar 0,13 persen. Disusul kemudian oleh cabai merah yang memberi andil inflasi 0,07 persen serta bawang putih sebesar 0,05 persen.

"Secara kumulatif hingga Juni 2026, cabai merah sebenarnya masih deflasi sebesar 24,8 persen (y-to-d). Lonjakan tertingginya setahun lalu justru terjadi di September 2025," tambah Ratnauli.

Meskipun secara bulanan (m-to-m) Siantar mengalami deflasi tipis, jika berkaca pada perbandingan tahunan year-on-year (y-on-y) Juni 2026 terhadap Juni 2025, Kota Pematangsiantar tetap mencatat inflasi sebesar 5,26 persen.

Faktor pendorong inflasi tahunan ini masih didominasi oleh pergeseran harga jangka panjang pada komoditas emas perhiasan, minyak goreng, sigaret kretek mesin (SKM), beras, hingga tarif uang bulanan mengaji dan pemakaian telepon seluler. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN