Wednesday, July 8, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Musim Panen Usai, Harga Beras di Sumut Mulai Naik hingga Rp500 per Kg

Mistar.idRabu, 8 Juli 2026 pukul 19.46 WIB
musim_panen_usai_harga_beras_di_sumut_mulai_naik_hingga_rp500_per_kg

Pekerja yang mengangkut beras untuk pembeli di salah satu toko beras di Pasar Kampung Lalang. (foto:amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (8/7/2026) – Puncak musim panen di Sumatera Utara (Sumut) telah berakhir. Kondisi tersebut berdampak terhadap pasokan gabah dan harga beras di pasar.

Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), kenaikan harga terjadi secara serentak untuk komoditas beras jenis medium dan premium di tingkat pedagang.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menjelaskan kenaikan tersebut dipengaruhi oleh stok gabah yang masuk ke penggilingan padi setelah berakhirnya musim panen mulai menipis.

"Hasil pengamatan, beberapa tempat penggilingan di Sumut tidak beroperasi pada kapasitas penuh. Tempat-tempat itu bergantung pada gabah sebagai bahan baku dan stok sulit untuk ditambah lagi," katanya, Rabu (8/7/2026).

Data PIHPS juga menunjukkan adanya perbedaan harga beras di Kota Medan dan sejumlah wilayah Sumut. Rata-rata, harga beras kualitas premium naik sekitar Rp150 per kilogram, sedangkan beras medium naik antara Rp100 hingga Rp200 per kilogram.

Hasil pantauan langsung juga menunjukkan harga beras naik hingga Rp500 per kilogram di tingkat konsumen.

Harga beras di Kota Medan dari awal bulan hingga saat ini, yakni beras Medium I kini seharga Rp15.600 per kilogram dari sebelumnya Rp15.400, Medium II Rp15.050 per kilogram dari sebelumnya Rp14.850, Premium I Rp16.300 per kilogram dari sebelumnya Rp16.200, dan Premium II Rp16.900 per kilogram dari sebelumnya Rp16.800.

Gunawan menuturkan, kenaikan ini masih berkaitan dengan penurunan produksi beras Mei 2026 yang dicatatkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Penurunan itu disebabkan luas panen yang berkurang sebesar 2,35 persen secara tahunan. Akibatnya, pasokan gabah di Sumut diproyeksikan akan menipis dan mencapai titik terendah dalam beberapa minggu mendatang.

"Penambahan stok gabah diperkirakan terjadi pertengahan Agustus, menjelang puncak panen pada September dan Oktober," ucapnya.

Pada masa transisi menuju panen raya, ia menyampaikan bahwa intervensi pemerintah melalui Bulog sangat penting.

"Situasi ini dapat mengandalkan pasokan beras Bulog, dengan harapan dapat menjamin ketersediaan beras supaya harga tetap terkendali untuk masyarakat," ujarnya.

Kemudian, ia meminta pemerintah agar tidak hanya mengandalkan siklus panen normal, tetapi juga menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi anomali cuaca ekstrem.

"Saat ini kita menghadapi kemungkinan kondisi cuaca buruk seperti El Nino, yang dampak negatifnya telah menimbulkan korban jiwa di Eropa. Pemerintah harus benar-benar memastikan ketersediaan cadangan beras dengan mempertimbangkan skenario terburuk," tutur Gunawan. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN