Friday, September 25, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Kredit Macet: Penyebab, Dampak, Cara Mengatasi, dan Cek SLIK OJK

Mistar.idSabtu, 26 September 2026 pukul 07.07 WIB
kredit_macet_penyebab_dampak_cara_mengatasi_dan_cek_slik_ojk

Ilustrasi kredit macet (Foto: AI)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Tanggal gajian biasanya menjadi momen yang dinanti pekerja. Namun, bagi orang yang memiliki banyak cicilan, masuknya gaji belum tentu langsung membuat kondisi keuangan lebih longgar.

Sebagian penghasilan bisa terserap untuk membayar cicilan, tagihan, dan kebutuhan rutin. Ketika beban kewajiban terlalu besar, keterlambatan satu pembayaran dapat berlanjut menjadi tunggakan lainnya.

Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, debitur dapat menghadapi persoalan kredit bermasalah. Karena itu, penting memahami penyebab kredit macet, dampaknya, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

Penyebab kredit macet

Kredit macet tidak selalu terjadi karena debitur sengaja mengabaikan kewajibannya. Masalah pembayaran dapat dipengaruhi kondisi debitur maupun proses pemberian dan pengelolaan kredit.

Dari sisi lembaga keuangan, persoalan dapat berkaitan dengan analisis dan pemberian kredit, pengawasan, hingga administrasi. Sementara dari sisi debitur, kesulitan membayar dapat terjadi karena usaha gagal, pendapatan menurun, kehilangan pekerjaan, terkena musibah, atau penggunaan dana pinjaman yang tidak sesuai rencana.

Kondisi ekonomi juga dapat memengaruhi kemampuan membayar, terutama bagi masyarakat yang pendapatannya bergantung pada usaha atau sektor ekonomi tertentu.

Dampak kredit macet

Kewajiban yang tidak dibayar sesuai perjanjian dapat menimbulkan sejumlah konsekuensi. Salah satunya berkaitan dengan informasi kredit yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.

Riwayat pembayaran dan kualitas kredit yang dilaporkan dapat menjadi salah satu informasi yang dipertimbangkan lembaga keuangan ketika menilai pengajuan kredit berikutnya.

Akibatnya, seseorang yang memiliki catatan kredit bermasalah dapat menghadapi proses pengajuan pembiayaan yang lebih ketat. Hal ini dapat berlaku ketika mengajukan berbagai produk pembiayaan, termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Namun, persetujuan kredit tidak hanya ditentukan oleh catatan SLIK. Setiap lembaga keuangan memiliki kebijakan dan proses penilaian masing-masing.

Keterlambatan pembayaran juga dapat menimbulkan denda atau biaya sesuai perjanjian kredit. Sementara pada kredit dengan agunan, aset yang dijaminkan dapat menghadapi risiko penanganan atau eksekusi sesuai ketentuan perjanjian dan hukum yang berlaku apabila kewajiban tidak diselesaikan.

Cara mengatasi kredit macet untuk pemula

Ketika mulai kesulitan membayar cicilan, mengambil pinjaman baru bukan selalu menjadi jalan keluar. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.

1. Tentukan prioritas tagihan

Buat daftar seluruh kewajiban berdasarkan jatuh tempo, biaya keterlambatan, jenis kredit, serta konsekuensi apabila pembayaran tidak dilakukan.

Kredit yang menggunakan agunan, misalnya, memiliki risiko terhadap aset yang dijaminkan jika kewajiban tidak diselesaikan sesuai perjanjian.

Langkah ini membantu debitur mengetahui kewajiban mana yang perlu segera ditangani sekaligus mencegah kondisi keuangan semakin sulit dikendalikan.

2. Jangan menghindari kreditur

Ketika mulai mengalami kesulitan membayar, jangan menghilang dari bank, perusahaan pembiayaan, atau lembaga keuangan tempat mengambil kredit.

Hubungi kreditur dan jelaskan kondisi keuangan secara terbuka. Komunikasi lebih awal dapat membantu debitur mengetahui pilihan penyelesaian yang tersedia sesuai kebijakan lembaga tersebut.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN