Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Jauh di Atas HET, Minyak Goreng Curah di Medan Tembus Rp21 Ribu per Kilogram

Mistar.idJumat, 29 Mei 2026 pukul 11.38 WIB
jauh_di_atas_het_minyak_goreng_curah_di_medan_tembus_rp21_ribu_per_kilogram_

Pedagang minyak goreng curah di salah satu pasar tradisional Kota Medan. (foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Harga komoditas minyak goreng curah eceran di sejumlah pasar tradisional Kota Medan melambung tinggi melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan regulasi terbaru, pemerintah menetapkan HET untuk minyak goreng curah di level Rp15.500 per kilogram (kg). Namun, realisasi di tingkat pedagang ritel kini mencatatkan selisih hingga 35 persen lebih mahal.

Pantauan langsung di pasar hulu dan hilir Kota Medan, Jumat (29/5/2026), menunjukkan tingginya harga minyak goreng curah sudah bertahan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga mulai dikeluhkan oleh para konsumen dan pedagang kecil.

Di Pasar Kampung Lalang, harga minyak goreng curah tanpa merek tersebut terpantau ditransaksikan di angka Rp19.000 per kg. Nilai ini menunjukkan adanya selisih sebesar Rp3.500 per kg di atas batas aturan HET yang ditentukan oleh pemerintah pusat.

"Sekarang dari agen modalnya memang sudah tinggi, jadi kami pedagang eceran tidak mungkin jual rugi. Untuk minyak goreng curah hari ini saya jual seharga Rp19.000 per kg. Pembeli banyak yang mengeluh dan beralih beli kemasan kantong plastik kecil, tapi pasokan dari distributor sejauh ini tetap lancar," kata Ina, pedagang kelontong di Pasar Kampung Lalang.

Lonjakan harga yang jauh lebih ekstrem juga ditemukan di Pasar Petisah. Di pasar yang terletak di pusat Kota Medan tersebut, harga minyak goreng curah eceran meroket hingga menyentuh angka Rp21.000 per kg, atau mengalami margin kelangkaan harga hingga Rp5.500 di atas ketentuan HAP/HET nasional.

Seorang pedagang sembako di Pasar Petisah, Soni, mengonfirmasi tingginya harga komoditas minyak goreng curah tersebut di lapak dagangannya.

Ia menyebut struktur harga yang tinggi ini sudah bertahan selama sepekan terakhir akibat panjangnya mata rantai distribusi pasokan dari pabrik hingga ke pasar hilir.

"Minyak goreng eceran jenis curah di lapak saya hari ini tembus Rp21.000 per kilonya. Harganya memang stabil tinggi belakangan ini, tidak turun-turun. Kami berharap ada pengawasan dari instansi terkait ke tingkat distributor besar karena tingginya harga modal ini membuat omset penjualan eceran kami jadi ikut menurun," ucap Soni.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN