Harga Emas Dunia Kembali Menguat

Emas. (Foto: Allianz)
Jakarta, MISTAR.ID
Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan akhir pekan setelah sebelumnya tertekan hingga menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir. Pelemahan dollar AS serta turunnya harga minyak menjadi pemicu utama rebound logam mulia tersebut.
Mengutip Reuters, harga emas spot pada penutupan perdagangan Kamis (28/5/2026) waktu setempat naik 1,1 persen menjadi 4.504,07 dollar AS per ons. Sebelumnya, emas sempat jatuh ke posisi terendah sejak akhir Maret 2026.
Sementara itu, kontrak emas berjangka di Amerika Serikat juga menguat 1,1 persen ke level 4.532,40 dollar AS per ons.
Kenaikan harga emas dipicu kabar mengenai kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Meski demikian, nota kesepahaman tersebut masih menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump.
Meredanya ketegangan geopolitik membuat indeks dollar AS turun 0,2 persen. Kondisi itu membuat harga emas menjadi lebih murah bagi investor pemegang mata uang lain sehingga permintaan terhadap aset safe haven meningkat.
Di saat yang sama, harga minyak Brent ikut melemah setelah muncul laporan mengenai potensi dibukanya kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Selain faktor geopolitik, data inflasi AS juga ikut mendongkrak pergerakan emas. Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) tercatat naik 3,8 persen secara tahunan pada April, sesuai perkiraan pasar. Secara bulanan, kenaikannya melambat menjadi 0,4 persen setelah sebelumnya mencapai 0,7 persen pada Maret.
Pedagang logam independen Tai Wong menilai kombinasi data inflasi yang lebih rendah dan meredanya ketegangan di Timur Tengah menjadi angin segar bagi pasar emas.
“Dewa perdagangan tampaknya ikut campur dalam pergerakan emas hari ini. Pertama data PCE yang lemah, lalu laporan soal kesepakatan yang akan segera membuka Hormuz, memberikan napas lega yang sangat dibutuhkan emas,” ujar Wong, dilansir dari Kompas.com.
Ia menyebut harga emas sebelumnya berada dalam tekanan cukup kuat dan nyaris turun menembus rata-rata pergerakan 200 hari yang kerap dijadikan acuan penting pelaku pasar.
Sementara itu, Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, mengatakan data inflasi terbaru membuka peluang bagi Federal Reserve untuk menahan suku bunga tanpa kembali memperketat kebijakan moneternya.
Namun, risalah rapat The Fed pada akhir April menunjukkan sebagian pejabat bank sentral AS masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan apabila tekanan inflasi kembali meningkat.
Sejak konflik AS-Israel dengan Iran pecah pada Februari 2026, harga emas memang bergerak fluktuatif akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi global dan kondisi geopolitik dunia.
Selain emas, harga logam mulia lain juga bergerak bervariasi. Harga perak spot naik 1,3 persen menjadi 75,60 dollar AS per ons, platinum stagnan di posisi 1.918,95 dollar AS per ons, sedangkan palladium turun 1,4 persen ke level 1.371,52 dollar AS per ons. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
IHSG Terpuruk, Pelemahan Terdalam di Kawasan Asia Pasifik























