Tuesday, July 14, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Cabai dan Minyak Goreng Naik di Samosir, Cabai Rawit Tembus Rp30 Ribu per Kg

Mistar.idRabu, 27 Mei 2026 pukul 19.19 WIB
harga_cabai_dan_minyak_goreng_naik_di_samosir_cabai_rawit_tembus_rp30_ribu_per_kg

Situasi pasar Pangururan, Rabu (27/5/2026). (foto:pangihutan/mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID

Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Percontohan Pangururan mengalami kenaikan selama Mei 2026. Berdasarkan data perbandingan harga pada 29 April, 6 Mei, 13 Mei, 20 Mei hingga 27 Mei 2026, beberapa komoditas strategis seperti minyak goreng premium, cabai, dan daging tercatat mengalami tren naik meski sebagian komoditas lain relatif stabil.

Kenaikan harga paling terlihat pada minyak goreng premium yang naik dari Rp24.000 per liter pada 20 Mei menjadi Rp25.000 per liter pada 27 Mei 2026. Cabai rawit hijau juga melonjak dari Rp20.000 per kilogram pada 20 Mei menjadi Rp30.000 per kilogram pada 27 Mei.

Selain itu, harga daging sapi murni meningkat dari Rp150.000 per kilogram pada 29 April menjadi Rp160.000 per kilogram pada 20 Mei dan bertahan hingga akhir bulan. Sementara itu, tomat sempat menyentuh Rp25.000 per kilogram pada 20 Mei sebelum turun menjadi Rp22.000 pada 27 Mei, namun secara umum masih lebih tinggi dibanding akhir April yang berada di Rp15.000 per kilogram.

Di sisi lain, beberapa komoditas masih menunjukkan kestabilan harga seperti udang basah (medium) yang bertahan di Rp110.000 per kilogram sepanjang periode, telur ayam ras di kisaran Rp27.733 per kilogram, serta beras medium yang stabil di Rp15.000 per kilogram.

Meski demikian, terdapat juga penurunan pada beberapa komoditas seperti minyak goreng Minyakita yang turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.000 per liter, serta ikan kembung dari Rp60.000 menjadi Rp55.000 per kilogram pada akhir Mei.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Samosir, Elman Silalahi, mengatakan kenaikan harga sejumlah bahan pokok tersebut dipengaruhi oleh faktor distribusi dan ketersediaan pasokan di tingkat pedagang.

“Kenaikan ini masih dalam batas wajar, terutama karena adanya gangguan pasokan dari daerah penghasil serta meningkatnya biaya distribusi,” ujarnya.

Elman menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan harga secara berkala guna mengantisipasi lonjakan yang tidak terkendali. Ia juga memastikan pemerintah daerah akan mengambil langkah intervensi apabila terjadi kenaikan signifikan yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN