Tuesday, July 14, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Menkeu Optimis Pendapatan Negara 2026 Capai Target

Mistar.idKamis, 28 Mei 2026 pukul 08.23 WIB
menkeu_optimis_pendapatan_negara_2026_capai_target

Menkeu Purbaya. (Foto: Ekonomi Bisinis)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis target pendapatan negara tahun ini berpeluang tercapai karena penerimaan pajak dan kepabeanan mulai bergerak positif dalam beberapa bulan terakhir.

“Jadi, kelihatannya target tahun ini (2026) akan baik. Bea Cukai juga akan bagus juga, jadi kita sudah melihat hasil dari proses restrukturisasi di pajak dan di Bea Cukai,” ujar Purbaya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Ia menjelaskan, perbaikan tersebut didorong pemanfaatan teknologi digital, termasuk penggunaan kecerdasan buatan atau AI untuk meningkatkan efisiensi pengawasan dan optimalisasi penerimaan negara.

Salah satu yang disorot adalah implementasi sistem Coretax. Meski masih mendapat sejumlah keluhan dari wajib pajak, pemerintah menganggap sistem tersebut mulai membantu memperkuat pengumpulan pajak secara lebih otomatis dan akurat.

“Kalau anda lihat Coretax yang dulunya banyak diprotes. Sekarang juga masih ada protes, tapi kan sudah sedikit,” kata Purbaya.

Ia menambahkan, sistem itu membuat proses perhitungan pajak berjalan lebih otomatis sehingga celah penghindaran pajak menjadi semakin kecil.

“Dengan Coretax, semuanya dihitung hampir otomatis. Jadi, orang enggak bisa lari,” lanjutnya.

Dalam APBN 2026, pemerintah menargetkan pendapatan negara mencapai Rp3.153,6 triliun. Hingga April 2026, realisasi penerimaan sudah mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat defisit APBN per akhir Maret 2026 berada di angka Rp240,1 triliun atau sekitar 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Defisit itu terjadi karena pendapatan negara baru mencapai Rp574,9 triliun, sementara belanja negara sudah menyentuh Rp815 triliun.

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi fiskal masih cukup terkendali. Purbaya menegaskan kinerja APBN tetap ekspansif, terutama setelah penerimaan sektor kepabeanan mulai mencatat pertumbuhan positif pada April 2026. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN