Wednesday, July 15, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Tiket Pesawat Medan-Nias Tembus Rp1,6 Juta

Mistar.idSelasa, 30 Desember 2025 pukul 11.45 WIB
harga_tiket_pesawat_medannias_tembus_rp16_juta

Suasana jelang Tahun Baru di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang. (Foto: Sembiring/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Harga tiket pesawat rute Medan-Nias maupun sebaliknya masih tergolong tinggi dan dinilai memberatkan masyarakat.

Berdasarkan pantauan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, harga tiket penerbangan tersebut saat ini berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp1,6 juta untuk sekali perjalanan.

Tingginya harga tiket tersebut bahkan disebut setara dengan harga tiket penerbangan rute Medan-Jakarta pada hari biasa.

Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, serta pengembangan sektor pariwisata di Pulau Nias yang merupakan wilayah terluar Sumatera Utara.

Sejumlah warga asal Nias mengaku prihatin dengan mahalnya harga tiket pesawat rute Medan-Nias, khususnya menjelang momentum Natal dan Tahun Baru.

“Harga tiket pesawat Medan-Nias saat ini masih sangat mahal. Kami meminta pemerintah agar lebih serius mengendalikan harga tiket, apalagi menghadapi Natal dan Tahun Baru,” ujar Yamin Mendrofa saat ditemui di Bandara Kualanamu, Selasa (29/12/2025).

Yamin mengungkapkan harga tiket dipengaruhi oleh biaya bahan bakar penerbangan yang di Indonesia dinilai lebih mahal dibandingkan negara lain, seperti Malaysia.

“Banyak masyarakat justru memilih rute ke Jakarta atau Medan melalui Kuala Lumpur karena lebih murah. Ini tentu perlu menjadi perhatian serius pemerintah,” katanya.

Warga Nias lainnya berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menekan harga tiket pesawat ke wilayah tersebut.

“Saya yakin pemerintah sebenarnya mampu mengatasi persoalan mahalnya tiket pesawat Meda-Nias ini,” kata Viktor Gulo.

Sebelumnya, beberapa hari lalu juga sempat terjadi lonjakan harga tiket penerbangan rute Jakarta-Medan. Harga tiket kelas bisnis dilaporkan mencapai hingga Rp12 juta, sementara kelas ekonomi menembus kisaran Rp3,5 juta.

Pihak maskapai menyebutkan lonjakan harga tersebut terjadi akibat tingginya permintaan dan keterbatasan ketersediaan kursi.

Padahal, menjelang masa Natal dan Tahun Baru, pemerintah dan maskapai sebelumnya telah menyatakan kesiapan menyediakan penerbangan tambahan guna mengantisipasi lonjakan penumpang.

“Kondisi ini kembali memunculkan harapan masyarakat agar pemerintah dapat melakukan pengawasan dan pengendalian harga tiket pesawat secara lebih optimal, khususnya pada masa libur besar,” ucap Baktiar, warga asal Medan yang hendak bepergian ke Batam. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN