Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Telur Ayam di Siantar Tinggi, Pembeli: Semakin Terbebani Seiring Naiknya Harga Kebutuhan Pokok

Mistar.idSenin, 15 Desember 2025 pukul 16.09 WIB
harga_telur_ayam_di_siantar_tinggi_pembeli_semakin_terbebani_seiring_naiknya_harga_kebutuhan_pokok

Pedagang telur di Pasar tradisional Kota Pematangsiantar. (foto: Abdi/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Harga komoditas bahan pokok seperti telur ayam di pasar tradisional Kota Pematangsiantar terpantau mulai merangkak naik menjelang Natal dan tahun baru (Nataru).

Pedagang telur ayam di Pasar Dwikora, Riska mengatakan harga telur yang semula berkisar Rp1.500 hingga Rp1.700 per butir kini naik menjadi Rp1.800 hingga Rp2.500 per butir.

"Kalau telur ayam sudah naik sejak beberapa hari ini," ujarnya kepada Mistar.id, Senin (15/12/2025).

Ia memprediksi kenaikan harga telur ayam masih akan terus terjadi hingga beberapa pekan ini, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya saat memasuki periode tersebut.

"Pasti naik sekitar tanggal 20 nanti lah. Tidak tiap hari, ada turun juga nanti, biasanya memang fluktuatif. Kalau pun naik atau turun, paling hanya seribu atau dua ribu saja," tuturnya.

Ia tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga. Dia hanya mengaku lonjakan harga ini lumrah terjadi bahkan setiap tahun selalu naik menjelang Nataru.

"Memang biasanya kalau menjelang Natal semua harga barang naik," katanya.

Sementara itu, pedagang beras di pasar horas, Marga Nainggolan mengatakan harga beras medium dan premium masih normal.

"Untuk harga beras medium jenis IR 64 dan Ratu pisang masih berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram dan untuk harga beras premium masih diharga Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram," ujarnya.

Sementara itu, Lasta, salah seorang pembeli, mengaku keberatan dengan harga beras dan telur yang terbilang masih mahal.

“Kalau bisa ya pemerintah buat kebijakan. Sudah beberapa bulan harga beras tetap mahal, kapan turunnya, tambah lagi telur juga naik. apalagi ini mau Nataru,” ucapnya.

Masyarakat merasa semakin terbebani karena biaya hidup meningkat seiring naiknya harga kebutuhan pokok.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN