Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Sayur di Medan Melonjak Usai Lebaran, Stok Kosong Picu Kenaikan

Mistar.idSenin, 23 Maret 2026 pukul 09.50 WIB
harga_sayur_di_medan_melonjak_usai_lebaran_stok_kosong_picu_kenaikan

Aktivitas pedagang di pasar (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Harga kebutuhan pokok, khususnya sayuran dan ikan, mengalami lonjakan signifikan pasca Lebaran di sejumlah pasar tradisional di Medan.

Pantauan di Pasar 5, Kecamatan Medan Marelan, Senin (23/3/2026), menunjukkan harga sayuran naik tajam akibat terbatasnya pasokan. Salah satunya kangkung yang kini dijual Rp5.000 per ikat, dari harga normal Rp2.000 per ikat.

Kenaikan juga terjadi pada bayam dan sawi yang mencapai hingga 100 persen. Pedagang menyebut kondisi ini dipicu oleh belum aktifnya petani pasca Lebaran serta masih banyak pedagang yang belum kembali berjualan.

“Stok sayuran terbatas karena petani belum turun ke kebun. Pedagang juga masih banyak yang libur,” ujar salah satu pedagang di Pasar Marelan.

Sementara pemicu harga ikan laut dan telur naik karena cukup sulit didapat di pasaran. Untuk ikan air tawar seperti lele, nila, dan patin, harga juga naik sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram.

Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, harga cabai, tomat, dan bawang terpantau masih stabil. Cabai merah dan hijau dijual sekitar Rp28.000 per kilogram.

Selain itu, harga beras, gula, dan minyak goreng juga belum mengalami perubahan signifikan.

Berbeda dengan komoditas lain, harga ayam potong justru mengalami penurunan. Saat ini ayam dijual di kisaran Rp38.000 hingga Rp39.000 per kilogram, turun dari harga akhir Ramadan yang sempat menyentuh Rp45.000 per kilogram.

Kondisi pasar tradisional di wilayah Marelan dan Belawan juga belum sepenuhnya pulih. Diperkirakan baru sekitar 50 persen pedagang yang kembali membuka lapak setelah libur Lebaran.

Situasi ini turut memengaruhi pasokan barang dan menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga di pasaran.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN