Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Cabai Merah Turun, Pedagang Kuliner di Toba Sumringah

Mistar.idSelasa, 13 Januari 2026 pukul 11.56 WIB
harga_cabai_merah_turun_pedagang_kuliner_di_toba_sumringah

Pedagang cabai di Porsea. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Sudah sepekan harga cabai merah keriting di pasar tradisional Kabupaten Toba mengalami penurunan hingga mencapai harga Rp25.000 per kilogram. Kondisi ini membuat pedagang kuliner seperti penjual nasi, mie gomak, dan lainnya bisa bernapas lega.

Seperti disampaikan pedagang nasi uduk di Kecamatan Bonatualunasi, Tia mengatakan saat ini dirinya baru bisa bernapas lega karena harga cabai merah keriting berada di titik terendah sehingga keuntungan kembali normal.

“Saat dihargai Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram, saya kelimpungan mengatur cita rasa masakan agar tidak berubah. Kalau rasanya berubah, pelanggan bisa lari,” ucap Tia, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, solusi yang dilakukan untuk menstabilkan cita rasa masakan adalah dengan mencampur cabai merah keriting dengan cabai rawit setan yang kebetulan harganya selalu lebih murah dibandingkan cabai lainnya. Jika tidak dilakukan, keuntungan yang diperoleh bisa habis bahkan merugi.

Ia menjelaskan, dalam sepekan dirinya harus menghabiskan sekitar lima kilogram cabai merah keriting. Apabila harga mencapai Rp100.000 per kilogram, maka modal yang harus dikeluarkan mencapai Rp500.000, sementara keuntungan per pekan hanya sekitar Rp300.000 hingga Rp350.000, sehingga bisa dikatakan sangat minim.

“Jadi bisa dikatakan, kalau cabai mahal, keuntungan yang saya dapat hanya habis untuk belanja cabai merah keriting. Solusinya selain mencampur dengan cabai setan, ya menaikkan harga dari semula Rp15.000 per porsi menjadi Rp17.000 selama harga cabai bertahan di titik tertinggi,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang lainnya di Kecamatan Porsea, N. Sirait mengatakan kenaikan harga cabai menjadi dilema bagi pedagang kuliner. Jika harga makanan dinaikkan, pelanggan berkurang, namun jika bumbu dikurangi, cita rasa juga menurun.

“Intinya kami hanya bisa pasrah menunggu harga cabai turun seperti sekarang ini. Trik yang saya lakukan, saat cabai murah dan keuntungan lumayan ditabung, lalu saat harga cabai mahal tabungan itu dipakai untuk menutup biaya tambahan,” tuturnya. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN