Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Cabai Merah Fluktuatif di Sumut

Mistar.idSelasa, 20 Januari 2026 pukul 12.18 WIB
harga_cabai_merah_fluktuatif_di_sumut

Pedagang bahan pokok di Pasar Kampung Lalang Kota Medan. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Harga cabai merah di Sumatra Utara (Sumut) masih fluktuatif pada Selasa (20/1/2026). Terpantau di Pasar Kampung Lalang Kota Medan harga cabai mengalami kenaikan tipis dari Rp28.000 per kilogram (kg) menjadi Rp29.000.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menjelaskan bahwa selain Kota Medan, harga cabai di Pematang Siantar dan Gunungsitoli juga terpantau naik. Sedangkan di Kota Sibolga dan Padangsidimpuan justru mengalami penurunan.

“Sementara cabai rawit di Kota Medan turun ke harga Rp62.000 dari sebelumnya Rp64.000, dan cabai hijau kini di kisaran Rp17.000 per kg," kata Gunawan, Selasa (20/1/2026).

Gunawan menilai, harga cabai yang cenderung turun di awal pekan merupakan sinyal kuat adanya tekanan harga yang lebih besar. Hal ini dipicu karena proyeksi puncak pasokan yang diperkirakan terjadi pada pekan keempat Januari.

"Penurunan harga cabai merah dan hijau saat ini sudah berada di bawah harga wajar karena sudah merugikan petani. Tekanan ini berpeluang berlanjut selama satu pekan ke depan karena jumlah pasokan yang sangat besar," ucapnya.

Meski saat ini harga melandai, Gunawan memberikan peringatan dini terkait potensi kenaikan harga pada Februari mendatang. Meskipun ada panen, permintaan dari luar Sumut, seperti Riau, diprediksi bisa mengurangi stok lokal.

"Demand dari luar Sumut bisa memicu gejolak harga di dalam wilayah kita. Terlebih jika harga di luar daerah bergerak naik. Sumut akan tetap dirugikan dari sisi tekanan harga," ujarnya.

Berbeda dengan harga cabai yang fluktuatif, kebutuhan pokok lainnya terpantau stabil dan cenderung turun tipis.

Seperti telur ayam buras turun menjadi Rp29.100 dari sebelumnya Rp29.300 per kg, gula pasir masih stabil namun diproyeksikan harga bisa turun hingga Rp700 per kg pada akhir Januari seiring masuknya musim produksi, beras dan minyak goreng terpantau stabil di seluruh wilayah.

Menurut Gunawan, secara umum tidak ada sentimen besar yang bisa memicu gejolak harga pangan dalam waktu dekat. “Kecuali pada komoditas cabai yang produksinya berpotensi menurun di Februari 2026,” tuturnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN