Harga Cabai di Sejumlah Pasar Medan Mulai Turun, Bawang Naik

Pedagang bahan pokok di Pasar Kampung Lalang. (foto:amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID (13/9/2026) — Memasuki minggu kedua September 2026, harga beberapa komoditas bumbu dapur di sejumlah pasar Kota Medan terpantau bervariasi.
Berdasarkan pantauan, cabai mulai mengalami penurunan harga, tetapi bawang mengalami kenaikan.
Di Pasar Kampung Lalang, cabai merah mengalami penurunan harga yang signifikan. Salah seorang pedagang sayur, Anju, mengatakan bahwa cabai merah hari ini dibanderol seharga Rp52.000 per kilogram (kg) atau turun dari Rp58.000 per kg.
Selain itu, cabai rawit juga turun menjadi Rp62.000 per kg, sebelumnya masih berkisar Rp64.000.
Meski mengalami penurunan harga, Anju mengaku masih menerima keluhan dari konsumen, terutama ibu-ibu.
"Meski turun, harganya masih mahal. Ibu-ibu ini sering mengeluh dan mengomel, 'Kenapa sih kok harganya enggak pernah lagi Rp30 ribuan?' Saya ya masih jawab, 'Iya, Bu, dari petani stoknya terbatas. Alasannya apa, kenapa bisa terbatas, ya saya kurang tahu.' Begitu saja saya jawab," katanya, Minggu (13/9/2026).
Kemudian, komoditas bawang justru mengalami kenaikan harga. Bawang merah sekarang Rp30.000, sebelumnya Rp28.000, dan bawang putih naik menjadi Rp32.000 dari sebelumnya Rp30.000 per kg.
Sedangkan tomat, ia menyebutkan harganya masih stabil Rp18.000 per kg tanpa ada kenaikan.
Di Pasar Sei Sikambing, salah satu pedagang sayur di pasar tersebut, Nisa, mengungkapkan terjadi kenaikan pada cabai merah yang hari ini dijual seharga Rp54.000 per kg, naik tipis dari Rp53.000.
Sedangkan cabai rawit berada di harga Rp58.000 per kg atau turun dari Rp61.000 per kg.
"Harga bawang merah hari ini Rp30.000 per kilo, sebelumnya Rp27.000. Nah, kalau bawang putih dan tomat masih stabil. Bawang putih Rp30.000 per kilo, tomat Rp18.000. Itu pun pembeli masih ngomel, karena tomat itu kategorinya mahal. Harga segitu mahal, biasanya dapat Rp15.000 per kilo atau bahkan bisa lebih murah lagi," ujarnya.
Ia mengaku, mahalnya harga tomat dan beberapa bahan pokok lainnya masih belum diketahui secara spesifik. Ia hanya mengetahui bahwa stok dari petani terbatas, kemudian masalah cuaca yang mulai tidak stabil. (hm27)



































