Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Cabai dan Daging di Siantar Masih Tinggi pada Hari ke-10 Ramadan

Mistar.idSabtu, 28 Februari 2026 pukul 12.51 WIB
harga_cabai_dan_daging_di_siantar_masih_tinggi_pada_hari_ke10_ramadan

Aktivitas di salah satu pasar tradisional Siantar. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Memasuki hari ke-10 Ramadan 1447 H, Sabtu (28/2/2026), harga sejumlah komoditas pangan strategis di pasar tradisional terpantau masih bertahan di level tinggi.

Meski Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat adanya tren stabilisasi pada beberapa komoditas, harga cabai rawit merah, bawang merah, dan daging sapi di tingkat pedagang eceran masih menjadi beban berat bagi dompet konsumen.

Pantauan wartawan di Pasar Dwikora, menunjukkan fluktuasi harga yang signifikan. Cabai merah masih di harga Rp28.000 hingga Rp32.000 per kilogram, cabai rawit Rp24.000 hingga Rp28.000 per kilogram, cabai hijau Rp20.000 per kilogram, bawang merah dan bawang putih masih bertahan Rp36.000 per kilogram, begitu juga tomat masih di harga Rp10.000 per kilogram.

Untuk harga daging juga masih bertahan mahal, seperti daging sapi Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp90.000 per kilogram, ayam kampung Rp72.000 per kilogram, dan ayam potong Rp44.000 per kilogram.

Para pedagang di Pasar Horas dan Pasar Dwikora mengeluhkan kondisi pasar yang cenderung sepi dibandingkan Ramadan tahun lalu. Ahmad, 47 tahun, seorang pedagang bumbu dapur, menyebutkan kenaikan harga dari tingkat pengepul memaksa mereka menjual dengan harga tinggi meski risikonya sepi pembeli.

"Stok sebenarnya aman, tapi modal dari sananya sudah tinggi. Kami serba salah, mau jual murah rugi, mau jual tinggi malah tidak laku. Akibatnya, banyak stok cabai yang terbuang karena layu tidak terjual," keluhnya.

Senada dengan Ahmad, pedagang daging sapi, Hanik, menyebutkan mahalnya harga daging yang mencapai Rp140.000 per kilogram membuat omzetnya merosot drastis. Ia mengaku pembeli yang biasanya membeli satu kilogram kini hanya membeli setengah atau seperempat kilogram saja.

Tingginya harga pangan memicu keluhan dari para ibu rumah tangga. Winalda, seorang pembeli di Pasar Dwikora, mengaku harus memutar otak agar uang belanja tetap cukup hingga akhir bulan.

"Dulu beli cabai bisa seperempat, sekarang cuma berani beli satu ons. Daging juga sekarang jadi barang mewah, cuma beli kalau ada acara buka bersama keluarga besar saja. Sisanya ganti tempe atau telur," ujarnya dengan nada kecewa. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN