Harga Ikan Laut di Siantar Meroket, Pedagang Mengeluh

Pedagang ikan di Pasar Tradisional Dwikora, Siantar. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Sudah hampir dua pekan, pemandangan lapak ikan di sejumlah pasar tradisional di Pematangsiantar tampak lesu. Para pedagang mengaku kesulitan mendapatkan stok ikan segar dari nelayan. Faktor cuaca ekstrem di perairan membuat banyak nelayan enggan melaut, yang membuat stok ikan menipis.
Pantauan wartawan di Pasar Tradisional Dwikora, Sabtu (28/2/2026), hanya beberapa jenis ikan yang tersedia di lapak pedagang dengan harga yang cukup tinggi.
Seperti ikan dencis Rp40.000 sebelumnya Rp38.000 per kilogram, ikan tongkol Rp36.000 sebelumnya Rp28.000 per kilogram, ikan selar Rp30.000 sebelumnya hanya Rp18.000 per kilogram. Sementara itu, harga ikan kembung kuring sedikit mengalami penurunan menjadi Rp68.000 sebelumnya Rp70.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang, Mak Redo, menyebutkan kenaikan harga ini merupakan yang terparah dalam beberapa bulan terakhir.
"Ikan sudah sulit didapat, harganya pun dari pelelangan sudah tinggi. Kalau saya jual kemahalan, pembeli langsung kabur. Kalau dijual murah, saya yang nombok modal," keluhnya saat ditemui di lapaknya.
Senada dengan Mak Redo, pedagang lainnya, Leo, juga mengeluhkan penurunan omzet hingga 40 sampai 50 persen.
"Banyak konsumen yang biasanya membeli dalam hitungan kilogram, kini hanya membeli beberapa ekor atau bahkan membatalkan belanjaan setelah mendengar harga terbaru," ucapnya.
Ia menambahkan, melambungnya harga ikan laut membuat ibu rumah tangga harus memutar otak. Banyak dari mereka akhirnya beralih membeli telur yang harganya dinilai lebih stabil dan rasional bagi kantong keluarga.
"Kondisi ini diprediksi akan terus berlangsung selama cuaca di laut belum membaik. Kita berharap pemerintah segera turun tangan melalui dinas terkait untuk memantau stabilitas harga dan memberikan solusi bagi rantai distribusi ikan," tuturnya. (hm25)

























