Harga Ayam Diproyeksi Tetap Tinggi, Permintaan MBG Dinilai Tekan Pasokan

Akademisi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Raja M Nainggolan. (foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Harga daging ayam diproyeksi masih bertahan tinggi dalam beberapa pekan ke depan. Meningkatnya kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai turut menekan pasokan ayam di pasar reguler.
Akademisi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Raja M Nainggolan, mengatakan sebagian besar hasil panen peternak saat ini langsung dikirim untuk memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pasokan yang tersisa untuk rantai distribusi pasar reguler berkurang drastis.
"Sangat mungkin dalam beberapa pekan ke depan harga daging ayam tetap tinggi. Jika ada penurunan harga, besar kemungkinan hal itu terjadi karena daya beli masyarakat menurun, bukan karena pasokan membaik," kata Raja saat dihubungi Mistar.id, Selasa (1/9/2026).
Raja menilai pelaksanaan MBG sebagai program nasional harus diikuti koordinasi yang kuat antarinstansi di tingkat pusat. Pemerintah, menurutnya, perlu segera membangun keterpaduan data antara Badan Gizi Nasional (BGN), Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Kementerian Pertanian.
Integrasi data tersebut diperlukan untuk memetakan proyeksi kebutuhan komoditas secara nyata di setiap daerah. Dengan begitu, kesiapan pasokan dapat direncanakan lebih awal tanpa harus menunggu munculnya gejolak harga di masyarakat.
Selain persoalan pasokan, Raja juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap biaya produksi di tingkat peternak.
Ia menekankan perlunya intervensi pemerintah apabila terjadi kenaikan harga bibit ayam atau Day Old Chick (DOC) maupun pakan ternak. Langkah tersebut dinilai penting untuk menahan dampak kenaikan biaya produksi sejak dari tingkat hulu. (*)























