Tuesday, September 1, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Banyak Keluhan soal Desil Kesejahteraan, BPS Sumut Minta Warga Perbarui Data DTSEN

Mistar.idSelasa, 1 September 2026 pukul 15.10 WIB
banyak_keluhan_soal_desil_kesejahteraan_bps_sumut_minta_warga_perbarui_data_dtsen

Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra, saat memberikan keterangan terkait desil. (foto:amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (1/9/2026) — Banyaknya keluhan masyarakat terkait penetapan status desil atau peringkat kesejahteraan, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) meminta agar masyarakat dapat lebih proaktif melakukan pembaruan data secara mandiri.

Langkah tersebut cukup krusial karena dapat memastikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tetap akurat dan relevan dengan kondisi riil perekonomian di lapangan.

Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra, mengungkapkan bahwa BPS sudah membuka beberapa kanal resmi yang mudah diakses untuk memfasilitasi pembaruan data. Masyarakat juga dapat memanfaatkan sarana digital dan layanan tatap muka secara langsung.

"Kami sudah membuka kanal-kanal untuk pemutakhiran DTSEN, lewat jalur Kemensos ada Cek Bansos, kami juga ada Cek DTSEN aplikasinya. Bahkan masyarakat yang ingin memperbarui kondisi dirinya, silakan datang ke Pelayanan Statistik Terpadu Badan Pusat Statistik, mereka juga bisa melakukan pembaruan secara mandiri," kata Asim, Selasa (1/9/2026).

Asim menegaskan, keaktifan warga dalam melakukan pembaruan data secara mandiri akan membantu pemerintah dalam memperbaiki dan memetakan peringkat kesejahteraan relatif masyarakat, termasuk Sumatera Utara. Ia menyebut, pembaruan akan berdampak pada kualitas penyajian data.

"Pada pemutakhiran mandiri ini, keaktifan warga sangat membantu memperbaiki peringkat kesejahteraan secara relatif. Jadi, setiap warga yang aktif melakukan pemutakhiran akan berdampak baik pada kualitas data DTSEN yang disajikan," ucapnya menambahkan.

Asim menyebutkan, masyarakat dapat menggunakan mesin pencari di internet untuk menemukan formulir pemutakhiran. Namun, perlu diperhatikan terkait integritas dan validitas data yang diisi oleh masyarakat.

"Jadi tinggal googling saja, itu sudah ada di formnya dan langsung dilakukan pemutakhiran oleh warga secara mandiri. Kami berharap warga menyampaikan data apa adanya. Kejujuran dalam melakukan pembaruan data DTSEN akan makin memperbarui kualitas data DTSEN," ujarnya.

Menyikapi beberapa keluhan teknis dari warga yang kesulitan mengakses sistem, BPS berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi penggunaan kanal-kanal tersebut. Ia meyakini, isu simpang siur terkait ketidaktepatan sasaran desil pada dasarnya dapat ditekan jika warga mau proaktif.

"Sehingga isu-isu yang beredar menjadi kurang tepat kalau warga terus proaktif dalam memperbarui DTSEN," kata Asim. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN