Tuesday, July 14, 2026
home_banner_first
EKONOMI

DPRD Sumut Minta Pedagang Patuhi HET, Kenaikan Harga Pangan Dinilai Dipicu Permintaan MBG

Mistar.idSelasa, 14 Juli 2026 pukul 15.34 WIB
dprd_sumut_minta_pedagang_patuhi_het_kenaikan_harga_pangan_dinilai_dipicu_permintaan_mbg

Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Rudi Alfahri Rangkuti. (Foto: Ari/MISTAR)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara (Sumut), Rudi Alfahri Rangkuti, meminta para pedagang bahan pangan mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah guna mencegah lonjakan harga yang semakin membebani masyarakat.

Pernyataan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu disampaikan menyikapi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional yang menjadi tempat utama masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut Rudi, kembali beroperasinya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor yang meningkatkan permintaan bahan pangan di pasaran.

"Pemerintah sudah menetapkan harga acuan. Karena itu, kami meminta para pedagang mematuhi ketentuan tersebut. Kami juga berharap dapur MBG tidak mengambil pasokan dari pasar ritel karena dapat membuat kebutuhan pangan sulit diperoleh masyarakat akibat diborong," ujarnya kepada MISTAR, Selasa (14/7/2026).

Ia mencontohkan harga ayam yang menurut ketentuan pemerintah berada di kisaran Rp26.000 per kilogram. Namun, saat ini harga di pasaran disebut telah menembus Rp30.000 per kilogram.

"Jangan sampai harga jual melebihi ketentuan. Hari ini saja harga ayam sudah di atas Rp30.000 per kilogram. Kami khawatir kondisi ini akan semakin memberatkan ekonomi masyarakat," katanya.

Meski demikian, Rudi mengakui program MBG juga memberikan dampak positif bagi petani, peternak, dan pelaku usaha pangan karena meningkatkan permintaan terhadap hasil produksi mereka.

"Di satu sisi program ini menguntungkan petani, peternak, dan petelur karena permintaan meningkat. Namun di sisi lain, masyarakat juga harus tetap bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang terjangkau dan stabil. Inilah tantangan yang harus dihadapi bersama," tuturnya.

Ia juga meminta para penyedia dan distributor bahan pangan mengelola distribusi secara lebih baik agar pasokan tetap tersedia dan tidak memicu kelangkaan di pasar.

"Jangan sampai terjadi kelangkaan yang membuat masyarakat resah. Kami juga meminta pemerintah segera mencari solusi agar stabilitas harga pangan tetap terjaga tanpa merugikan pihak mana pun," ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN