Tuesday, September 22, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bulog Sumut Datangkan 4.434 Ton Beras dari Jatim untuk Amankan Stok Oktober

Mistar.idSenin, 21 September 2026 pukul 16.16 WIB
bulog_sumut_datangkan_4434_ton_beras_dari_jatim_untuk_amankan_stok_oktober

Proses bongkar muat beras di Pelabuhan Belawan. (foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Utara (Sumut) menerima pasokan 4.434 ton beras dari Jawa Timur untuk mengamankan stok menghadapi tingginya kebutuhan penyaluran pada Oktober mendatang.

Pasokan tersebut tiba dan bersandar di Pelabuhan Belawan, Senin (21/9/2026). Kedatangan beras ini merupakan instruksi dari Bulog pusat sebagai persiapan menghadapi tingginya kebutuhan penyaluran di Sumut.

Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan pasokan tersebut digunakan untuk mengamankan stok pada Oktober. Kebutuhan beras di Sumut cukup tinggi karena Bulog harus melaksanakan dua program, yakni penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Bantuan Pangan.

Budi menyebutkan, penyaluran Bantuan Pangan Oktober kurang lebih memiliki alokasi yang sama dengan bulan ini, yakni sekitar 52.000 ton.

"Pasokan 4.434 ton yang baru tiba adalah kedatangan tahap kedua dari total pengiriman sebelumnya yang berjumlah 15.000 ton. Setelah ini masih ada dari DKI Jakarta sekitar 6.500 ton," katanya.

Untuk mengamankan kebutuhan Bantuan Pangan periode Oktober hingga Desember, Bulog juga telah mengajukan tambahan pasokan sekitar 50.000 ton dari Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Saat ini, Bulog Sumut memiliki stok beras sebanyak 41.235 ton berdasarkan data pagi ini. Namun, angka tersebut nantinya akan terus bertambah sekitar 13.000 ton yang akan disalurkan untuk Bantuan Pangan September.

Selain itu, Bulog juga menaikkan target penyaluran SPHP dari awalnya 8.000 ton menjadi 10.000 ton per bulan. Beras dari Jawa Timur dan pasokan lanjutan dari DKI Jakarta diproyeksikan memperkuat ketahanan stok di Sumut hingga akhir tahun.

"Jadi kenapa mendatangkan beras dari luar daerah, bukan karena ada kendala pengadaan di Sumut. Saat ini, penyerapan beras masih terus berjalan. Kebijakan ini karena meningkatnya volume penyaluran di Sumut, sehingga jumlah pasokan perlu ditambah agar stok beras tetap terjamin," ujarnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN