Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Angka PHK 2025 Tembus 88 Ribu, Kemnaker Ungkap Dampak Gejolak Global dan Ekspor Impor

Mistar.idRabu, 21 Januari 2026 pukul 15.23 WIB
angka_phk_2025_tembus_88_ribu_kemnaker_ungkap_dampak_gejolak_global_dan_ekspor_impor

Ilustrasi PHK 2025 (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan penjelasan terkait lonjakan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang tahun 2025 yang mencapai 88 ribu tenaga kerja. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat sekitar 77 ribu kasus PHK, atau naik sebanyak 10.554 orang.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, menyebut tekanan global menjadi faktor utama meningkatnya gelombang PHK. Menurutnya, kinerja ekspor dan impor nasional terdampak kondisi perekonomian dunia yang belum stabil sejak awal 2025.

Ia menjelaskan bahwa dinamika geopolitik internasional, termasuk konflik bersenjata di sejumlah wilayah, turut memengaruhi permintaan global terhadap produk industri Indonesia. Situasi tersebut berdampak langsung pada keberlangsungan usaha, khususnya perusahaan yang bergantung pada pasar ekspor.

“Tekanan dari aktivitas ekspor-impor tidak bisa dihindari. Sepanjang awal hingga semester pertama 2025, kondisi global masih penuh ketidakpastian akibat gejolak geopolitik dan konflik internasional, sehingga berpengaruh pada kinerja industri dalam negeri,” ujar Indah saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Lebih lanjut, Kemnaker mencatat sektor manufaktur kembali menjadi penyumbang terbesar angka PHK. Hal ini tidak terlepas dari karakter sektor manufaktur sebagai industri padat karya yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Ketika permintaan menurun, penyesuaian jumlah pekerja kerap menjadi langkah yang diambil perusahaan.

Kemnaker menegaskan akan terus memantau kondisi ketenagakerjaan nasional serta mendorong dialog antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja guna meminimalkan dampak PHK. Selain itu, upaya peningkatan keterampilan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja di sektor lain juga menjadi fokus pemerintah ke depan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN