Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Tausiah di Rutan Medan, UINSU Tekankan Tiga Syarat Taubat dan Perbaikan Diri

Mistar.idRabu, 4 Maret 2026 pukul 13.04 WIB
tausiah_di_rutan_medan_uinsu_tekankan_tiga_syarat_taubat_dan_perbaikan_diri

Kebersamaan UINSU dengan warga binaan di Rutan Kelas I Medan saat Safari Ramadan. (foto: Humas UINSU/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

“Jangan pernah merasa hidup sudah berakhir hanya karena berada di balik jeruji. Justru di sinilah kesempatan untuk memperbaiki diri terbuka lebar.” Pesan itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof Muzakkir saat memberikan tausiah dalam kegiatan Safari Ramadan yang digelar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan.

Di hadapan warga binaan, ia mengajak mereka memandang rutan bukan semata tempat menjalani hukuman, melainkan sebagai ‘madrasah jiwa’, ruang pembelajaran spiritual untuk kembali menemukan jati diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, namun yang terbaik adalah mereka yang segera bertaubat.

Muzakkir menjelaskan tiga syarat utama diterimanya taubat. Pertama, adanya penyesalan yang sungguh-sungguh atas dosa yang telah dilakukan, bukan sekadar diucapkan, tetapi lahir dari kesadaran hati yang mendalam.

Kedua, berhenti dari perbuatan dosa tanpa menunda-nunda, sebab taubat tidak berarti jika kesalahan yang sama terus diulang. Ketiga, adanya tekad kuat dan istiqomah untuk tidak kembali pada perbuatan tersebut di masa mendatang. Tekad itu, sebutnya, menjadi bukti nyata keseriusan seseorang dalam memperbaiki diri.

“Hidup manusia ditentukan oleh bagaimana dia mengakhirinya. Maka dari itu, kita harus memanfaatkan Ramadan untuk memperbanyak zikir, istighfar, serta amal kebaikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Mistar, Rabu (4/3/2026).

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, mengapresiasi konsistensi UINSU Medan dalam mendukung pembinaan warga binaan. Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program pendidikan, pembinaan mental, dan pendampingan berkelanjutan agar para warga binaan siap kembali ke masyarakat.

Safari Ramadan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi kelembagaan. Mewakili Rektor yang berhalangan, Muzakkir juga sekaligus menyampaikan salam ta’zhim kepada keluarga besar rutan.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara sejumlah fakultas di UINSU Medan dengan pihak rutan sebagai tindak lanjut kerja sama bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang pendidikan, pembinaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, UINSU Medan berkomitmen untuk terus hadir memberi kontribusi nyata, termasuk di lingkungan pemasyarakatan. “Safari Ramadan bukan hanya sebagai agenda tahunan, tetapi momentum menghadirkan dakwah dan pengabdian, menjadikan setiap ruang bahkan di balik jeruji, sebagai madrasah jiwa menuju pribadi yang lebih baik,” kata Muzakkir.




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN