Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Mengapa Nuzulul Quran Diperingati pada 17 Ramadan?

Mistar.idKamis, 5 Maret 2026 pukul 08.30 WIB
mengapa_nuzulul_quran_diperingati_pada_17_ramadan_

Ilustrasi. (foto: AFP/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu saat Al-Qur’an pertama kali diturunkan sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Peristiwa ini setiap tahunnya diperingati oleh umat Islam pada tanggal 17 Ramadan.

Lalu, mengapa Nuzulul Quran diperingati pada tanggal tersebut?

Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril secara bertahap. Saat menerima wahyu pertama, Nabi Muhammad SAW berusia sekitar 40 tahun dan sedang berkhalwat atau menyendiri untuk beribadah di Gua Hira.

Pada saat itu, Rasulullah menerima wahyu pertama berupa Surat Al-Alaq ayat 1–5 yang berbunyi:

قْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ۝١

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ۝٢

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ۝٣

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ۝٤

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ۝٥

Artinya:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Pada tahun ini, peringatan Nuzulul Quran jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026. Mengutip NU Online, terdapat dua dasar yang menjadi rujukan peringatan Nuzulul Quran pada 17 Ramadhan.

Pertama, peringatan tersebut merujuk pada firman Allah dalam Surat Al-Anfal ayat 41 yang menyebutkan tentang “yaumul furqan”, yaitu hari pembeda antara yang hak dan batil.

Ayat tersebut berbunyi:

“Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) pada hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan.” (QS. Al-Anfal: 41).

Para ulama menafsirkan “yaumul furqan” sebagai hari terjadinya Perang Badar, yaitu pertempuran antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy yang berlangsung pada 17 Ramadhan.

Kedua, tanggal tersebut juga dikaitkan dengan peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW berupa Surat Al-Alaq ayat 1–5 di Gua Hira.

Al-Qur’an sendiri tidak diturunkan sekaligus, melainkan secara berangsur-angsur. Hal ini bertujuan agar Rasulullah dan para sahabat lebih mudah menghafal, memahami, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

Proses turunnya wahyu secara bertahap juga menjadi pelajaran bagi umat Islam untuk bersikap sabar, bijaksana, dan berhati-hati dalam menghadapi berbagai peristiwa dan ujian kehidupan.

Demikian penjelasan mengenai alasan Nuzulul Quran diperingati setiap 17 Ramadhan. Semoga menambah wawasan dan pemahaman umat Islam tentang sejarah turunnya Al-Qur’an.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN