Friday, August 21, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Professor Jason Arday Meninggal di Tengah Kontroversi Akademik

Mistar.idJumat, 21 Agustus 2026 pukul 15.11 WIB
professor_jason_arday_meninggal_di_tengah_kontroversi_akademik

Professor Jason Arday yang Meninggal di Tengah Kontroversi Akademik. (foto:bbc/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (21/8/2026) — Professor Jason Arday, akademisi Inggris yang pernah disebut sebagai profesor kulit hitam termuda dalam sejarah University of Cambridge, meninggal dunia pada 14 Agustus 2026 dalam usia 41 tahun.

Arday ditemukan tidak responsif di sebuah properti di Battersea, London Selatan. Polisi menyatakan kematiannya tidak dianggap mencurigakan. Namun, hingga kini penyebab kematiannya belum diumumkan secara resmi.

Kematiannya terjadi hanya sembilan hari setelah Arday mengundurkan diri dari Cambridge di tengah kontroversi mengenai rekam jejak akademik dan sejumlah klaim dalam biografinya.

Siapa Professor Jason Arday?

Jason Arday dikenal sebagai sosiolog yang menaruh perhatian pada isu ras, ketimpangan sosial, pendidikan tinggi, representasi kelompok minoritas, dan neurodiversitas.

Pada 2023, Cambridge mengangkat Arday sebagai Professor of Sociology of Education. Saat itu, ia berusia 37 tahun dan disebut sebagai profesor kulit hitam termuda dalam sejarah universitas tersebut.

Sebelum bergabung dengan Cambridge, Arday pernah menjadi profesor di University of Glasgow dan menjalani sejumlah posisi akademik di universitas Inggris lainnya.

Ia juga terlibat dalam organisasi dan lembaga yang bergerak di bidang kesetaraan ras serta pendidikan tinggi.

Kisah hidup yang menginspirasi

Kisah pribadi Arday turut membentuk reputasinya sebagai akademisi.

Dalam profil Cambridge, ia disebut didiagnosis dengan autisme ketika berusia tiga tahun. Arday juga pernah menceritakan bahwa dirinya tidak dapat berbicara hingga usia 11 tahun dan baru belajar membaca serta menulis pada usia 18 tahun.

Perjalanan tersebut kemudian menjadi bagian penting dari narasi kehidupannya hingga berhasil meraih gelar doktor dan mencapai posisi profesor di Cambridge.

Arday juga dikenal aktif membahas persoalan ketimpangan rasial dan akses kelompok minoritas terhadap pendidikan tinggi.

Mengapa Jason Arday Menjadi Kontroversial?

Kontroversi terhadap Arday mencuat pada 2026 setelah muncul tuduhan mengenai integritas akademik dan keakuratan sejumlah klaim dalam rekam jejaknya.

Salah satu persoalan terbesar menyangkut tesis doktoralnya di Liverpool John Moores University.

Sejumlah analisis menemukan bagian-bagian tesis yang memiliki kemiripan dengan karya akademik sebelumnya. Hal itu kemudian memunculkan tuduhan plagiarisme.

Namun, penting dicatat, tuduhan tersebut tidak sama dengan putusan bahwa Arday terbukti melakukan plagiarisme.

Arday membantah tuduhan tersebut. Liverpool John Moores University juga sebelumnya dilaporkan telah memeriksa persoalan tersebut dan tidak menyimpulkan adanya pelanggaran akademik yang disengaja, melainkan mengategorikannya sebagai kesalahan yang dianggap jujur dan wajar.

Klaim Biografi Juga Dipertanyakan

Kontroversi kemudian meluas ke sejumlah klaim dalam biografi Arday, termasuk prestasi olahraga, penggalangan dana, pengalaman profesional, dan sejumlah afiliasi akademik.

Salah satu yang mendapat perhatian adalah klaim mengenai tantangan lari ekstrem dan jumlah dana yang pernah dikaitkan dengan kegiatan penggalangan dana.

Sejumlah laporan mempertanyakan konsistensi dan cara pencapaian tersebut dipresentasikan dalam profil publik Arday.

Persoalan ini membuat kontroversi berkembang dari sekadar dugaan terkait tesis menjadi pertanyaan yang lebih luas mengenai akurasi rekam jejak seorang akademisi yang telah mencapai posisi profesor di salah satu universitas paling bergengsi di dunia.

Cambridge Akhirnya Membuka Penyelidikan

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN