Tujuh Cara Menghadapi Orang yang Suka Mengkritik, Tak Perlu Diladeni

Ilustrasi. (foto: iStockphoto/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Kritik sebenarnya bisa menjadi masukan yang berguna untuk memperbaiki diri. Namun, jika disampaikan berulang kali tanpa dasar yang jelas atau justru menyerang pribadi, kritik tersebut dapat menjadi sesuatu yang melelahkan.
Kritik yang membangun umumnya disampaikan dengan cara dan waktu yang tepat. Sebaliknya, komentar yang menyerang karakter atau pribadi seseorang lebih mengarah pada upaya menjatuhkan daripada memberikan masukan.
Menghadapi orang yang gemar mengkritik memang tidak selalu mudah. Respons yang keliru justru dapat memicu konflik atau membuat kita semakin terbebani. Karena itu, diperlukan cara yang tepat agar kritik tidak mengganggu ketenangan diri.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tujuh cara yang dapat dilakukan saat menghadapi orang yang gemar mengkritik.
1. Ambil sisi positifnya
Meski kritik terdengar menyebalkan, tidak ada salahnya tetap mendengarkannya. Bisa jadi ada masukan yang sebenarnya berguna untuk memperbaiki kekurangan diri.
Cobalah memisahkan isi kritik dari cara orang tersebut menyampaikannya. Fokus pada hal yang memang bisa dijadikan bahan evaluasi.
2. Belajar menerima kritik
Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menyampaikan pendapat. Ada yang cenderung berbicara secara langsung dan tanpa basa-basi.
Komentar yang terdengar keras tidak selalu berarti orang tersebut membenci atau iri kepada kita. Bisa saja ia memiliki perhatian atau melihat sesuatu yang perlu diperbaiki. Jika kritiknya masuk akal, terimalah dengan pikiran terbuka.
3. Tetap bersikap baik
Membalas kritik dengan sikap positif bisa menjadi pilihan yang lebih bijak daripada langsung terpancing emosi.
Mengucapkan terima kasih atas masukan yang diberikan, misalnya, dapat menunjukkan bahwa kita tidak mudah terprovokasi. Sikap tenang juga dapat menghentikan percakapan agar tidak berkembang menjadi pertengkaran.
4. Kenali penyebab rasa tidak nyaman
Ketika menerima kritik, coba tanyakan kepada diri sendiri bagian mana yang sebenarnya membuat kita merasa terganggu.
Bisa jadi kritik tersebut menyentuh kekurangan yang memang perlu diperbaiki. Dengan memahami sumber ketidaknyamanan, kita dapat menentukan apakah kritik itu perlu diterima sebagai evaluasi atau cukup diabaikan.
5. Jangan terlalu memasukkannya ke hati
Tidak semua komentar orang lain harus menjadi beban pikiran. Apalagi jika kritik yang diberikan tidak memiliki dasar atau hanya bertujuan merendahkan.
Kita tidak mungkin menyenangkan semua orang. Karena itu, pilih kritik yang memang relevan dan abaikan komentar yang hanya menguras energi.
6. Abaikan jika tidak konstruktif
Jika sudah mencoba merespons dengan baik tetapi kritik terus diberikan tanpa alasan yang jelas, mengabaikannya bisa menjadi pilihan.
Tidak semua komentar perlu ditanggapi. Terlalu sibuk meladeni orang yang sengaja memancing perdebatan justru dapat membuat kita kehilangan waktu dan energi.
7. Jaga jarak bila diperlukan
Jika seseorang terus memberikan komentar negatif meski sudah diabaikan, tidak ada salahnya membatasi interaksi.
Jaga komunikasi seperlunya, baik dalam pertemuan langsung maupun di media sosial. Menjaga jarak dari orang yang terus-menerus memberikan pengaruh negatif dapat membantu menjaga ketenangan dan kesehatan emosional.
Itulah tujuh cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi orang yang gemar mengkritik. Yang terpenting, tetap terbuka terhadap kritik yang membangun, tetapi tidak perlu memberikan ruang bagi komentar yang hanya bertujuan menjatuhkan.
Jika kritik yang diterima terasa sangat membebani, cobalah membicarakannya dengan orang yang dipercaya, seperti sahabat atau keluarga, untuk mendapatkan sudut pandang yang lebih objektif.





















