Ibu Menyusui Wajib Tahu, Ini Lima Cara Menjaga ASI Tetap Berkualitas

Ilustrasi. (foto: Istockphoto/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Ketua Satuan Tugas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, mengatakan kualitas air susu ibu (ASI) tidak dapat dinilai hanya dari warnanya.
Menurutnya, yang terpenting adalah kandungan nutrisi yang dibutuhkan bayi. "Warna bukan faktor utama. Yang paling penting adalah nilai gizi yang terkandung di dalam ASI," ujar Naomi dikutip dari CNN, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, perubahan warna ASI merupakan hal yang wajar dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk makanan yang dikonsumsi ibu. Kandungan beta karoten pada bahan pangan seperti wortel dan labu, misalnya, dapat membuat ASI tampak lebih kekuningan.
Namun, ASI yang berwarna putih atau terlihat lebih encer tetap memiliki manfaat yang sama pentingnya. Komposisi ASI akan menyesuaikan kebutuhan bayi sesuai usia dan fase pertumbuhannya.
Karena itu, ibu menyusui disarankan lebih fokus menjaga kesehatan tubuh, asupan nutrisi, serta pola menyusui yang tepat dibanding mengkhawatirkan warna ASI.
Berikut lima cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas dan produksi ASI:
1. Konsumsi makanan bergizi seimbang
Ibu menyusui membutuhkan energi tambahan untuk mendukung produksi ASI. Asupan protein, lemak sehat, sayur, buah, vitamin, mineral, dan cairan yang cukup sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan bayi.
Naomi menyarankan ibu menyusui memperbanyak konsumsi protein hewani, sayuran, kacang-kacangan, serta menjaga kecukupan cairan agar produksi ASI tetap optimal.
2. Mengelola stres dengan baik
Kondisi psikologis ibu turut memengaruhi produksi ASI. Stres yang berlebihan dapat mengganggu kerja hormon prolaktin yang berperan dalam pembentukan ASI.
Selain stres, kelelahan, kurang tidur, dan kecemasan juga dapat berdampak pada jumlah ASI yang dihasilkan, terutama pada masa awal setelah melahirkan.
3. Menyusui atau memerah ASI secara teratur
Produksi ASI mengikuti prinsip supply and demand. Semakin sering ASI dikeluarkan, baik melalui proses menyusui langsung maupun memerah ASI, maka tubuh akan terus merangsang pembentukan ASI baru.
Bayi yang baru lahir umumnya membutuhkan ASI setiap satu hingga tiga jam atau sekitar delapan hingga dua belas kali dalam sehari.
4. Istirahat cukup dan penuhi kebutuhan cairan
Kurang tidur dan kekurangan cairan dapat membuat ibu lebih mudah lelah selama masa menyusui. Oleh karena itu, menjaga kualitas istirahat serta memenuhi kebutuhan minum harian menjadi bagian penting dalam mendukung proses laktasi.
5. Tidak menganggap warna ASI sebagai patokan kualitas
ASI memiliki karakteristik yang berubah-ubah sesuai kebutuhan bayi. Pada awal kelahiran, kolostrum biasanya berwarna lebih kuning dan kental karena kaya akan antibodi. Seiring waktu, ASI akan berkembang menjadi ASI transisi dan ASI matur yang umumnya tampak lebih putih.
Bahkan dalam satu kali sesi menyusui, ASI yang keluar di awal cenderung lebih encer, sedangkan ASI pada akhir sesi biasanya lebih kental karena mengandung lemak lebih tinggi.
Naomi mengingatkan para ibu agar tidak khawatir apabila warna ASI berubah. Yang lebih penting adalah memastikan bayi mendapatkan ASI dengan baik, tumbuh sesuai perkembangan, serta kondisi kesehatan ibu tetap terjaga.
"ASI yang diproduksi ibu pada dasarnya sudah dirancang sesuai kebutuhan bayinya masing-masing," katanya.























