Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Pakar Ingatkan Pentingnya Atur Keuangan Jelang Lebaran

Mistar.idSenin, 16 Maret 2026 pukul 06.30 WIB
pakar_ingatkan_pentingnya_atur_keuangan_jelang_lebaran_

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Lonjakan pengeluaran menjelang Lebaran kerap menjadi tantangan bagi banyak keluarga. Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Istiqlaliyah Muflikhati, mengingatkan masyarakat untuk menyusun strategi pengelolaan keuangan agar kondisi finansial tetap terjaga selama periode tersebut.

Istiqlaliyah menyarankan masyarakat memulai dengan menyusun rencana anggaran berdasarkan skala prioritas, yakni mengidentifikasi kebutuhan utama hingga yang kurang mendesak.

“Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat anggaran dengan cara mengidentifikasi kebutuhan, lalu diurutkan mulai dari yang utama hingga yang kurang penting,” ujarnya dikutip dari laman IPB, Minggu (15/3/2026) seperti diberitakan dari Kompas.com.

Menurutnya, kebutuhan primer yang perlu diprioritaskan antara lain zakat fitrah, zakat mal, biaya transportasi dan kebutuhan mudik, silaturahmi, hingga tunjangan hari raya (THR) untuk keluarga serta kebutuhan Lebaran lainnya.

Setelah kebutuhan utama terpenuhi, masyarakat dapat menyusun daftar kebutuhan sekunder seperti baju Lebaran, dekorasi rumah, hingga rencana rekreasi. Namun ia menegaskan seluruh rencana pengeluaran harus disesuaikan dengan kondisi keuangan dan sebisa mungkin menghindari utang.

Terkait pengelolaan THR, Istiqlaliyah menyarankan agar dana tersebut tidak langsung dihabiskan untuk belanja. Ia memperkenalkan prinsip 3S dalam mengatur pendapatan, yakni spending (belanja), saving (menabung), dan sharing (berbagi).

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai godaan diskon dan promo yang kerap muncul menjelang Lebaran. Menurutnya, potongan harga sering kali mendorong pembelian barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Untuk menekan perilaku belanja impulsif, ia menyarankan masyarakat membatasi aktivitas melihat-lihat produk di aplikasi belanja daring serta mengurangi kebiasaan window shopping.

Selain itu, penggunaan metode pembayaran nontunai juga perlu dibatasi pada nominal tertentu agar pengeluaran tetap terkendali. Jika muncul keinginan membeli barang di luar rencana, ia menyarankan keputusan pembelian ditunda hingga keesokan hari agar dapat dipertimbangkan secara rasional.

Istiqlaliyah juga mengingatkan bahwa kondisi emosional dapat memengaruhi keputusan finansial. Oleh karena itu, masyarakat disarankan menghindari berbelanja saat sedang stres atau lapar karena berpotensi memicu pembelian yang tidak terencana.

Ia menegaskan disiplin dalam mengelola keuangan penting untuk menjaga kondisi finansial setelah Hari Raya.

“Hindari utang dan sisihkan dana untuk pasca-Lebaran. Jangan sampai setelah Lebaran bingung karena tidak ada simpanan,” katanya. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN