Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Libur Lebaran 2026: Hotel di Berastagi dan Danau Toba Diprediksi Penuh

Mistar.idKamis, 12 Maret 2026 pukul 16.06 WIB
libur_lebaran_2026_hotel_di_berastagi_dan_danau_toba_diprediksi_penuh

Ilustrasi aktivitas tamu di hotel. (Foto:Gemini/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara memproyeksikan lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan pada musim libur Idulfitri 1447 H. Wilayah dataran tinggi (highland) seperti Berastagi dan kawasan Danau Toba diprediksi tetap menjadi destinasi favorit dengan tingkat hunian kamar yang sangat tinggi.

Ketua PHRI BPD Sumut, Melky Maydiroy Waas, menyatakan bahwa puncak keramaian diperkirakan terjadi pada H+1 hingga H+4 Lebaran, di mana hotel-hotel di kawasan wisata tersebut biasanya akan terisi penuh (fully booked).

Menurut Melky, arus wisatawan tahun ini didominasi oleh pemudik dan keluarga yang ingin menghabiskan waktu liburan di Sumatera Utara.

"Untuk wilayah Toba dan highland, forecast kita di angka 80 hingga 85 persen, itu cukup realistis. Puncaknya H+1 sampai H+4 biasanya fully booked. Sementara untuk Medan, diperkirakan menyentuh 75 persen, dengan tamu beragam mulai dari keluarga yang mudik dari luar Medan maupun warga lokal," kata Melky, Kamis (12/3/2026).

Di tengah tren okupansi yang positif, industri perhotelan dan restoran menghadapi tantangan berat berupa pelemahan kurs rupiah yang nyaris menyentuh Rp17.000 per dolar AS. Kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap biaya operasional, terutama pada bahan baku impor.

Untuk menjaga harga tetap kompetitif tanpa mengurangi kualitas layanan, PHRI mendorong para pelaku usaha untuk melakukan efisiensi dengan beralih ke sumber daya lokal.

"Naiknya dolar menjadi tekanan terhadap belanja bahan baku pokok, khususnya produk impor seperti daging atau dairy product. Strateginya, hotel atau resto mengganti dengan bahan baku lokal berkualitas baik dan menggandeng petani tempatan agar rantai pasok tidak terganggu," ucapnya.

Memahami perbedaan karakteristik tamu, di mana wisatawan mancanegara (wisman) lebih mencari pengalaman (experience), sementara wisatawan lokal memiliki mobilitas tinggi, PHRI menyarankan sejumlah strategi agar durasi menginap (length of stay) tamu lokal bisa lebih lama.

Beberapa penawaran menarik yang disiapkan hotel di Sumut, seperti paket kamar hotel yang sudah termasuk tiket gratis ke tempat wisata lokal, mengadakan kegiatan interaktif di dalam hotel agar tamu tidak sekadar menginap, fasilitas late check-out hingga sore hari ditambah camilan gratis (complimentary snack) bagi tamu yang menambah durasi inap hingga tiga hari, serta penawaran diskon 50 persen untuk layanan spa atau makan malam (dinner) gratis pada hari ketiga menginap.

Dengan berbagai strategi promosi dan optimalisasi bahan baku lokal, industri perhotelan di Sumatera Utara optimistis dapat meraih keuntungan maksimal pada musim Lebaran tahun ini, sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah guncangan ekonomi global. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN